Panggung megah Dota 2 Esports World Cup (EWC) 2026 mendadak diguncang kabar mengejutkan yang coreng nilai sportivitas. Komisi Integritas Esports, ESIC, secara resmi menjatuhkan sanksi skorsing sementara kepada dua pilar penting dari tim asal Peru, PTime (PlayTime).
Keputusan tegas tersebut menyasar sang midlaner andalan, Oswaldo “DarkMago” Herrera, serta sang pelatih tim, Juan “Vintage” Angulo. Langkah pembekuan ini dirilis secara mendadak pada Selasa (14/7) waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah penundaan laga krusial babak Survival Stage.
Keputusan penjatuhan skorsing ini langsung berlaku efektif seketika bagi kedua individu yang bersangkutan di dalam turnamen. Dampaknya, DarkMago yang kini berusia 27 tahun dan Vintage yang berusia 30 tahun dilarang keras terlibat di ajang EWC.
ESIC has provisionally suspended Juan “Vintage” Angulo and Oswaldo “DarkMago” Herrera from EWC26 and all ESIC Member events pending an ongoing integrity investigation.
— ESIC (@ESIC_Official) July 14, 2026
These are interim measures only; no final finding has been made.
Full statement: https://t.co/fkRpYevOIk pic.twitter.com/KzJS1rgVli
Tidak hanya itu, mereka juga dilarang berpartisipasi di seluruh turnamen yang berada di bawah naungan anggota ESIC. Sanksi untuk Coach Vintage bahkan jauh lebih ketat karena mencakup larangan aktivitas manajemen dan fungsi dukungan taktis. Langkah preventif ini diambil demi menjaga marwah kompetisi global agar tetap berjalan secara adil dan bersih.
Dalam rilis resminya, ESIC menjelaskan bahwa tindakan hukum ini diambil berdasarkan penilaian awal terkait informasi yang masuk. Pihak investigator menemukan adanya indikasi kuat mengenai dugaan pelanggaran Kode Anti-Korupsi serta Kode Etik Pemain dari organisasi.

Meskipun sanksi berat sudah dijatuhkan, pihak komisi menggarisbawahi bahwa belum ada keputusan akhir mengenai status bersalah. Baik DarkMago maupun Vintage sendiri sudah diinformasikan terkait tuduhan ini dan diberikan kesempatan penuh untuk merespons. Proses pengumpulan bukti-bukti yang relevan kini sedang berjalan intensif di balik layar oleh tim investigasi.
— EWC Extra (@EWC_Extra) July 14, 2026
Hingga saat ini, pihak ESIC masih memilih untuk menutup rapat detail spesifik mengenai kasus yang memicu investigasi mendadak ini. Minimnya informasi konkret dari pihak berwenang tak pelak memicu munculnya berbagai rumor liar di kalangan komunitas Dota 2.
Banyak penggemar berspekulasi dan melemparkan dugaan bahwa kasus ini berkaitan erat dengan tindakan pengaturan skor atau match-fixing. Namun, segala rumor yang beredar di media sosial tersebut masih berstatus belum terverifikasi oleh pihak penyelenggara. Pihak manajemen PTime sendiri terpantau masih bungkam dan belum merilis pernyataan resmi terkait nasib pemain mereka.
¿QUÉ ES LO QUE SE SABE SOBRE EL CASO PLAYTIME VS VICI GAMING?
— Pancho Justo 🖊 (@justopancho) July 14, 2026
Intentaré resumir los rumores que están circulando con respecto a este caso que parece ser más complicado de lo que realmente parecía en un principio.
OJO. Nada de esto es oficial – no hay información oficial – solo… https://t.co/HT81WPgl0z
Akibat dari mencuatnya kasus integritas ini, jadwal pertandingan di dalam turnamen terpaksa mengalami perombakan oleh panitia. Laga hidup-mati antara PTime dan Vici Gaming yang sempat tertunda akhirnya dijadwal ulang pada Rabu (15/7) pagi.
Pertandingan dengan format Best of Three (Bo3) ini dipastikan berjalan lebih sengit karena tensi tinggi di luar arena. Pemenang dari laga panas ini sudah ditunggu oleh 1w Team yang siap menghadang di babak selanjutnya. Sementara itu, nasib kelanjutan karier kompetitif DarkMago dan Vintage sepenuhnya berada di tangan hasil akhir investigasi ESIC.