Lagi ramai banget nih di media sosial tren “Kembali ke 2016”. Orang-orang sibuk memutar lagu Closer dari The Chainsmokers atau mengenang masa-masa kejayaan Snapchat. Tapi buat kita para Summoner, 2016 bukan cuma soal tren pop culture—itu adalah salah satu tahun paling legendaris, intens, dan emosional dalam sejarah League of Legends. Mari kita putar waktu balik ke dekade lalu dan ingat lagi momen-momen yang bikin kita kecanduan main di Rift.
Dominasi Mutlak SK Telecom T1 di Worlds

Jika bicara soal 2016, kita nggak bisa lepas dari nama SKT T1. Tahun ini adalah puncak dominasi mereka. Faker dan kawan-kawan berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang memenangkan gelar juara dunia secara berturut-turut (back-to-back). Final Worlds 2016 di Staples Center melawan Samsung Galaxy (SSG) tetap menjadi salah satu seri Best of 5 terbaik sepanjang masa yang berakhir dengan skor tipis 3-2 untuk kemenangan SKT.
Lahirnya Sang Aurelion Sol dan Rework Ikonik
2016 adalah tahun di mana Riot Games sangat ambisius dalam merilis Champion. Kita diperkenalkan dengan Aurelion Sol, sang pencipta bintang yang kehadirannya sudah ditunggu sejak era “Ao Shin”. Selain itu, tahun ini juga menjadi saksi lahirnya Jhin, sang seniman kematian yang desain visual dan suaranya masih dianggap mahakarya sampai sekarang. Jangan lupakan juga rework besar-besaran terhadap Yorick dan Poppy yang mengubah mereka dari Champion terlupakan menjadi favorit di lini depan.
Keajaiban Albus NoX Luna
Siapa yang bisa lupa dengan tim wildcard asal Rusia, Albus NoX Luna (ANX)? Di Worlds 2016, mereka melakukan hal yang dianggap mustahil: lolos dari fase grup setelah mengalahkan tim-tim besar seperti ROX Tigers. Mereka membuktikan bahwa tim kecil pun bisa mengguncang panggung dunia, sebuah momen underdog sejati yang bikin komunitas merinding.
Munculnya Skin Elemental Lux dan Hextech Crafting
Dari sisi fitur, 2016 adalah tahun di mana Riot merilis Hextech Crafting. Ini mengubah cara kita mendapatkan skin karena untuk pertama kalinya pemain bisa mendapatkan konten premium secara gratis melalui loot box. Di penghujung tahun, kita juga disambut oleh Elementalist Lux, Ultimate Skin paling ambisius yang memiliki 10 transformasi berbeda dalam satu pertandingan.
Tahun 2016 bener-bener jadi titik balik di mana League of Legends bertransformasi dari sekadar game populer menjadi fenomena global yang sangat matang secara kompetitif. Memang sekarang kita sudah di tahun 2026 dengan segala perubahan meta dan teknologi barunya, tapi memori tentang kemenangan SKT dan serunya mabar di tahun 2016 bakal selalu punya tempat spesial.