Babak Regular Season MPL Indonesia Season 17 resmi berakhir dengan kesuksesan ONIC Esports mengamankan puncak klasemen. Meski begitu, atmosfer menjelang babak Playoffs langsung memanas setelah roamer andalan sekaligus kapten ONIC, Kiboy, secara terang-terangan mengirimkan sinyal perang terbuka kepada Bigetron. Dalam wawancara terbarunya, Kiboy blak-blakan mengungkapkan hasratnya untuk bersua kembali dengan Robot Merah di babak playoff demi tuntaskan misi balas dendam.
Hasrat besar yang berkobar di dada Kiboy ini dipicu oleh sebuah fakta unik yang menjadi satu-satunya noda hitam dalam catatan impresif Sang Raja Langit musim ini. Sepanjang Regular Season MPL ID S17, ONIC Esports tercatat tidak pernah sekalipun mencicipi kemenangan saat berhadapan dengan Bigetron. Dari dua kali pertemuan yang terjadi, Bigetron selalu sukses menyapu bersih kemenangan dan menasbihkan diri mereka sebagai momok menakutkan bagi sang landak kuning.

Jika dibedah secara taktis, keunggulan Bigetron atas ONIC di musim reguler kemarin terletak pada agresivitas early game mereka yang sangat disiplin. Eksekusi draft pick Bigetron selalu sukses mematikan pergerakan Kiboy sejak menit-menit awal, sehingga rotasi set-up yang biasa dibangun oleh ONIC menjadi berantakan. Bigetron juga sangat cerdas memanfaatkan celah makro kecil untuk kemudian dikonversi menjadi keunggulan objektif secara snowballing.
Namun, panggung Playoffs diprediksi akan menyajikan cerita yang sangat berbeda karena format pertandingan yang berubah menjadi Best of 5 dan Best of 7. Format yang lebih panjang ini tentu akan menguji kedalaman strategi serta mentalitas juara ONIC yang biasanya jauh lebih matang saat berada di bawah tekanan laga krusial. Sebaliknya, Bigetron memiliki pekerjaan rumah besar karena mereka kerap kali kehilangan arah dan konsistensi ketika harus bermain dalam seri panjang di fase gugur.
Oleh karena itu, tantangan terbuka dari Kiboy ini akan menjadi bumbu penyedap yang sangat menarik untuk dinantikan di babak playoff yang akan diadakan di Jakarta International Velodrome nanti. Apakah ONIC Esports mampu memecahkan kutukan mereka dan membalaskan dendam di panggung yang paling menentukan, ataukah Bigetron yang justru kembali membuktikan diri bahwa mereka adalah pawang abadi dari Sang Raja Langit?
Satu hal yang pasti, perang urat syaraf ini telah resmi dimulai bahkan sebelum lampu panggung Playoffs dinyalakan. Baik ONIC Esports maupun Bigetron kini harus mempersiapkan strategi rahasia mereka, karena di babak penentu nanti, kesalahan sekecil apa pun tidak hanya berarti kehilangan poin, melainkan juga hilangnya kesempatan untuk mengangkat trofi kasta tertinggi MLBB Indonesia musim ini. Jadi, menurutmu apakah ONIC mampu balaskan dendam ke Bigetron?