Dinasti landak kuning masih terlalu kokoh untuk diruntuhkan. Harapan Bigetron by Vitality untuk kembali menjinakkan sang Raja Langit di fase gugur harus kandas setelah ONIC mengamuk dan mengunci kemenangan meyakinkan 3-1 pada laga semifinal Upper Bracket Playoffs MPL Indonesia Season 17. Hasil ini tidak hanya mengantarkan Kairi dan kawan-kawan ke babak Final Upper Bracket, tetapi juga mempertegas status mereka sebagai penguasa tunggal di panggung Velodrome.

Turun dengan status jawara Regular Season, ONIC mempertontonkan kelasnya lewat pertunjukan seni makro strategi yang hampir tanpa cela. Kunci kemenangan telak mereka terletak pada kedisiplinan tingkat tinggi dalam mengamankan objektif krusial, mulai dari kontestasi Turtle hingga perebutan Lord. Skuad landak kuning secara jeli mendikte tempo permainan sejak menit awal, membuat area map Bigetron terasa sangat sempit akibat tekanan rotasi yang rapi.
Bigetron sebenarnya bukan tanpa perlawanan dalam laga bertajuk super big match ini. Skuad Robot Merah sempat mencuri perhatian komunitas setelah berhasil memanfaatkan celah makro ONIC di satu game untuk menciptakan momentum kebangkitan. Sayangnya, asa tersebut langsung diputus oleh sang juara bertahan yang merespons tekanan dengan instan, sekaligus membuktikan bahwa mentalitas juara mereka tidak mudah goyah oleh kejutan sesaat.
Faktor pembeda paling mencolok dalam seri ini adalah bagaimana kematangan koordinasi team fight yang ditunjukkan oleh lini depan hingga lini belakang ONIC. Setiap inisiasi serangan maupun taktik bertahan dalam memperebutkan area penting selalu dieksekusi dengan eksekusi yang sangat rapi. Akibatnya, setiap blunder kecil yang dilakukan oleh punggawa Bigetron langsung dikonversi menjadi keuntungan besar bagi sang Raja Langit untuk memperlebar keunggulan.
Kekalahan 1-3 ini memaksa Bigetron harus rela turun kasta ke jalur maut Lower Bracket, sebuah rute terjal tanpa ampun di mana tidak ada lagi ruang untuk melakukan kesalahan kedua. Sementara itu, ONIC kini berdiri tegak selangkah lebih dekat menuju panggung Grand Final untuk mempertahankan mahkota domestik mereka. Skena kompetitif tertinggi tanah air ini pun dipastikan akan semakin membara menjelang hari penentu di akhir pekan nanti.
Perebutan takhta tertinggi MPL ID Season 17 yang berlangsung di Jakarta International Velodrome hingga 14 Juni 2026 ini memang menjanjikan pertaruhan yang sangat besar. Selain memperebutkan total hadiah uang tunai fantastis mencapai US$283.714, seluruh tim tersisa juga mempertaruhkan harga diri demi memperebutkan dua tiket emas sebagai representasi resmi Indonesia di ajang bergengsi berskala dunia, MLBB Mid Season Cup (MSC) 2026.