HASAGI
Dota 2, Esports

Pamitnya Raksasa Norwegia dari Kancah Esports Dota 2

Organisasi esports HEROIC resmi mundur dari kompetitif Dota 2 setelah dua tahun berkiprah. Meski tim mereka di Amerika Selatan sangat sukses, keputusan ini diambil demi keberlanjutan finansial jangka panjang. Manajemen mengaku berat hati karena divisi ini gagal memenuhi ekspektasi komersial perusahaan meski memiliki basis penggemar yang besar.

CGO HEROIC, Robin Nymann, menyebut Dota 2 sebagai game yang sulit untuk dikomersialisasi secara sehat. Upaya komersial besar yang dilakukan HEROIC selama ini tetap tidak membuahkan hasil finansial yang cukup untuk menutupi biaya operasional, sehingga membuat divisi ini menjadi tidak berkelanjutan bagi masa depan organisasi.

Seluruh roster yang terdiri dari Yuma, TaiLung, Wisper, Thiolicor, dan KJ kini berstatus free agent. Namun, mereka berkomitmen untuk tetap bertanding bersama di bawah bendera baru. Pihak manajemen HEROIC juga berjanji akan membantu mencarikan organisasi baru bagi para pemain tersebut di luar peran formal mereka.

Pelatih tim, kaffs, merasa terkejut dan frustrasi dengan timing pengumuman yang mendadak. Meskipun ia memahami alasan finansial di balik keputusan tersebut, ia merasa kecewa karena hal ini terjadi di tengah performa tim yang stabil. Ia juga secara terbuka mengakui bahwa tim memiliki andil dalam situasi finansial yang sulit ini.

HEROIC pertama kali masuk ke Dota 2 pada Januari 2024 dan langsung mendominasi kualifikasi regional SA. Walau perkasa di kandang, mereka sempat kesulitan di turnamen LAN awal seperti ESL One Birmingham dan DreamLeague S23, serta hanya meraih hasil papan tengah di The International 2024.

Momen emas HEROIC terjadi saat meraih gelar juara PGL Wallachia Season 2, yang merupakan trofi turnamen internasional Tier-1 pertama dalam sejarah wilayah Amerika Selatan. Keberhasilan ini membuktikan bahwa talenta SA mampu bersaing di level tertinggi dunia di bawah manajemen yang tepat.

Setelah melakukan pergantian pemain dengan masuknya Yuma dan Wisper, HEROIC tetap tampil solid. Mereka berhasil menembus posisi enam besar di TI 2025 dan baru saja meraih posisi 7-8 di PGL Wallachia Season 8 dengan hadiah $40.000, membuktikan bahwa mereka masih merupakan salah satu tim terkuat sebelum akhirnya dibubarkan.

Mundurnya HEROIC menyusul jejak paiN Gaming yang juga keluar dari Dota 2 bulan lalu. Fenomena ini memicu kekhawatiran besar mengenai kelayakan finansial ekosistem Dota 2 bagi organisasi besar. Tanpa model komersialisasi yang kuat, tim berprestasi pun kini terancam kehilangan dukungan organisasi.

Related posts

LCK Cup 2025 Masih Panjang, FEARX Pulang Mengenaskan

Suluh Widyotomo
1 year ago

Faker Catat Rekor 100 Kemenangan Pertama di Worlds

Suluh Widyotomo
2 years ago

Rivalitas “Sepuh” Esports Korea Selatan, Apa Itu Telecom War?

Suluh Widyotomo
6 months ago
Exit mobile version