HASAGI
Esports

Pinjem Meminjam Pro Player: Lebih Murah dari Transfer, Tapi Kontraknya Tetap Rumit

Dalam ekosistem esports profesional yang dinamis, bursa transfer bukan satu-satunya jalan untuk merombak skuad; sistem pinjam-meminjam pemain atau player loan kini menjadi instrumen strategis yang lazim digunakan.

Secara mekanisme, proses ini diawali dengan kesepakatan hukum antara tim pemilik (parent club) dan tim peminjam (loan club) mengenai durasi peminjaman, yang biasanya berlaku untuk satu musim kompetisi atau satu turnamen spesifik.

Tim pemilik tetap memegang hak kontrak jangka panjang sang pemain, namun hak atas jasa pemain di arena kompetisi sepenuhnya berpindah ke tim peminjam selama masa kontrak pinjaman tersebut berlaku.

Mengenai urusan finansial, status gaji pemain sangat bergantung pada negosiasi kontrak. Ada skema di mana tim peminjam menanggung 100% gaji pemain jika mereka sangat membutuhkan jasa pemain tersebut, namun ada pula sistem bagi beban gaji (misalnya 50-50) yang biasanya dilakukan jika tim pemilik ingin pemainnya mendapatkan jam terbang daripada hanya duduk di bangku cadangan.

Tak jarang, tim pemilik juga mengenakan biaya peminjaman (loan fee) di luar urusan gaji sebagai kompensasi atas pemanfaatan aset mereka. Pemain pun wajib mengikuti aturan operasional tim peminjam, termasuk mengenakan jersey mereka, meski secara hak komersial jangka panjang ia masih terikat dengan sponsor tim asalnya.

Hal krusial lainnya yang perlu diketahui adalah keberadaan klausul “Recall” dan aturan pertemuan antar tim. Klausul Recall memungkinkan tim pemilik menarik kembali pemainnya sebelum masa pinjam habis jika terjadi keadaan darurat di tim utama.

Selain itu, sering kali terdapat Gentleman’s Agreement yang melarang pemain pinjaman tampil saat tim peminjam bertemu dengan tim aslinya guna menghindari konflik kepentingan.

Pada akhirnya, sistem ini memberikan keuntungan bagi semua pihak: pemain mendapatkan jam terbang untuk menjaga nilai pasarnya, tim pemilik menghemat pengeluaran gaji, dan tim peminjam mendapatkan talenta berkualitas tanpa harus membayar biaya transfer (buyout) yang sangat mahal.

Related posts

T1 Lawan KT, Telecom War akan Digelar di Panggung Final Worlds 2025!

Suluh Widyotomo
4 months ago

Kemenangan MSI Back-to-Back, Gen.G Esports Juara MSI 2025

Suluh Widyotomo
8 months ago

Bagaimana Jika Tidak Ada Faker di League of Legends?

Suluh Widyotomo
2 years ago
Exit mobile version