Kabar kurang sedap kembali datang dari kawan lama kita, Riot Games, yang baru saja mengumumkan kebijakan pemangkasan sekitar 80 karyawan. Kali ini, fokus efisiensi menyasar tim pengembang game fighting terbaru mereka, 2XKO.
Keputusan pahit ini dikonfirmasi langsung oleh Tom Cannon selaku Executive Producer, yang menyebut bahwa langkah ini diambil agar proyek 2XKO memiliki jalur yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.
— Riot Games (@riotgames) February 9, 2026
Meski game ini punya basis penggemar yang solid, nampaknya manajemen merasa struktur tim yang sekarang terlalu gemuk dibandingkan dengan momentum pertumbuhan game tersebut di pasar global.
Banyak yang bertanya-tanya apakah pemangkasan ini akan menghambat konten 2XKO ke depannya, namun Riot meyakinkan bahwa pengembangan tetap berjalan dengan tim yang lebih ramping dan fokus.
Mereka berjanji bahwa perubahan ini justru akan membuat tim lebih gesit dalam merespons feedback pemain serta memastikan pembaruan fitur berjalan lebih efektif.

Kabar baiknya, seluruh agenda kompetitif dan rencana turnamen besar untuk tahun 2026 tetap dipastikan aman sesuai jadwal, sehingga komunitas fighting game tidak perlu merasa cemas akan masa depan judul ini.
Bagi para karyawan yang terdampak, Riot tetap menunjukkan sisi “humanis” mereka dengan memberikan paket kompensasi yang cukup layak, mulai dari pesangon minimal enam bulan gaji hingga bantuan transisi karier ke perusahaan lain.
Kita semua tahu bahwa industri game memang sedang dalam fase transisi yang berat sejak tahun lalu, dan Riot nampaknya lebih memilih untuk melakukan reorganisasi internal daripada harus menghentikan proyek potensial mereka.
Mari kita berharap ini menjadi restrukturisasi terakhir, agar tim yang tersisa bisa kembali fokus memberikan pengalaman bertarung terbaik di Runeterra.