HASAGI
League of Legends

Riot Games Tadinya Pengen Beli Studio Pengembang Ashes of Creation, Tapi Gak Jadi

Dunia MMO baru-baru ini dikejutkan oleh pengakuan Marc Merrill, salah satu pendiri Riot Games. Melansir laporan dari Dot Esports, ia mengungkapkan bahwa Riot pernah secara serius mempertimbangkan untuk mengakuisisi atau berinvestasi di Intrepid Studios, pengembang dari game ambisius Ashes of Creation.

Merrill menjelaskan bahwa beberapa tahun lalu, Riot melihat adanya keselarasan visi dengan Intrepid Studios. Kedua perusahaan memiliki ambisi yang sama: menciptakan “The Next Great MMO” yang mampu merevolusi pasar. Potensi Ashes of Creation saat itu dinilai cukup besar untuk menjadi bagian dari ekosistem Riot.

Meskipun diskusi sempat berjalan, Riot akhirnya memutuskan untuk menarik diri. Menurut Merrill, menggabungkan upaya kedua studio tersebut ternyata “tidak masuk akal” secara strategis bagi Riot saat itu. Mereka merasa bahwa lebih baik tetap berjalan di jalur masing-masing meskipun memiliki tujuan akhir yang serupa.

Steven Sharif, pendiri Intrepid Studios, mengklaim bahwa valuasi yang dibicarakan dalam potensi akuisisi tersebut berkisar antara $250 juta hingga $500 juta. Angka yang sangat besar ini menunjukkan betapa berharganya aset dan ide yang dimiliki Intrepid sebelum badai internal melanda mereka.

Sayangnya, jalan cerita Intrepid Studios berakhir dengan kepedihan. Saat ini, studio tersebut dilaporkan telah berhenti beroperasi secara permanen. Sebanyak 123 anggota tim terkena PHK, dan Ashes of Creation—yang sempat digadang-gadang sebagai penyelamat genre MMO—kini menghadapi kehancuran total.

Kehancuran Intrepid Studios juga diiringi kabar miring. Steven Sharif dituduh menyalahgunakan dana perusahaan untuk gaya hidup mewah, sementara Sharif sendiri mengklaim ia mengundurkan diri karena dewan direksi mengambil keputusan yang tidak sejalan dengan prinsip moral dan etikanya.

Di sisi lain, Riot Games masih terus melanjutkan pengembangan MMO bertema League of Legends mereka sendiri. Meski sempat melakukan “reset” arah pengembangan karena merasa versi awal kurang inovatif, Riot tetap berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman yang benar-benar berbeda dari MMO yang sudah ada di pasar.

Kisah antara Riot dan Intrepid ini menjadi pengingat bagi industri betapa sulitnya membangun sebuah MMO. Ambisi besar memerlukan manajemen yang solid dan keberlanjutan visi. Sembari menanti proyek MMO Riot keluar dari masa “gelap”-nya, kita hanya bisa mengenang apa yang seharusnya menjadi Ashes of Creation.

Related posts

Apa Yang Terjadi dengan Masa Emas Eropa di Worlds 2017 Sampai 2020?

Suluh Widyotomo
2 years ago

Riot Rilis Survei Untuk Tentukan Bagaimana Musim Selanjutnya Akan Terlihat!

Aksalsyah Arshi
10 months ago

Riot Games Ternyata Sempat Mengerjakan Game ala Super Smash Bros

Suluh Widyotomo
2 years ago
Exit mobile version