Salah satu organisasi esports paling berprestasi dan populer di dunia, Royal Never Give Up (RNG), secara resmi mengumumkan pengunduran diri mereka dari ekosistem kompetitif League of Legends. Keputusan ini menandai berakhirnya perjalanan raksasa LPL (League of Legends Pro League) yang telah mendominasi panggung internasional selama lebih dari satu dekade.
Meski belum memberikan rincian finansial secara spesifik, spekulasi mengenai masalah keuangan RNG telah beredar selama beberapa musim terakhir. CEO RNG sebelumnya sempat mengakui dalam sebuah wawancara bahwa organisasi tersebut menghadapi krisis utang yang signifikan. Upaya untuk menyelamatkan tim melalui penjualan merchandise dan program keanggotaan penggemar nampaknya belum cukup untuk menutupi beban operasional di tengah melesunya pasar investasi esports global.

RNG meninggalkan jejak sejarah yang sulit ditandingi oleh tim manapun di Tiongkok:
- Dominasi MSI: RNG adalah satu-satunya tim yang berhasil memenangkan Mid-Season Invitational (MSI) sebanyak tiga kali (2018, 2021, dan 2022).
- Wajah LPL: Selama bertahun-tahun, RNG adalah rival abadi bagi tim-tim Korea (LCK) dan menjadi rumah bagi pemain legendaris seperti Uzi, Xiaohu, dan Ming.
- Identitas Nasional: Dikenal dengan kebijakan “Full Chinese Roster”, RNG menjadi simbol kebanggaan talenta lokal di tengah maraknya pemain impor di liga Tiongkok.
Kepergian RNG meninggalkan lubang besar di LPL. Slot mereka di liga diprediksi akan diakuisisi oleh organisasi baru atau melalui proses rebranding total. Bagi para penggemar, ini adalah momen emosional karena “Royal Never Give Up” bukan sekadar nama, melainkan slogan yang telah menyatukan jutaan pendukung di seluruh dunia.
“RNG bukan hanya sebuah tim, mereka adalah standar emas untuk agresi dan kerja sama tim di LPL. Kehilangan mereka terasa seperti kehilangan sebagian dari jiwa kompetisi ini,” ujar salah satu analis esports veteran.
Nasib para pemain yang masih terikat kontrak saat ini menjadi tanda tanya besar. Bursa transfer diprediksi akan memanas karena bintang-bintang eks-RNG kini menjadi agen bebas yang paling diburu oleh tim-tim papan atas lainnya.