HASAGI
Esports, League of Legends

Sejajar dengan BTS & Son Heung-min, Faker Masuk 10 Besar Model Iklan Paling Berpengaruh di Korea!

Siapa yang menyangka bahwa dunia olahraga elektronik atau esports kini telah benar-benar sejajar dengan industri hiburan dan olahraga konvensional di Korea Selatan? Kabar membanggakan kembali datang dari sang legenda hidup League of Legends, Lee “Faker” Sang-hyeok.

Pemain utama tim T1 ini baru saja mencetak sejarah baru dengan menembus posisi ke-10 dalam Korean Advertising Model Brand Reputation Ranking. Pencapaian ini menjadi sangat istimewa karena di daftar tersebut, Faker bersanding dengan nama-nama raksasa yang sudah mendunia, seperti kapten timnas sepak bola Korea Selatan, Son Heung-min yang berada di posisi ke-8, serta grup musik fenomenal BTS yang menempati peringkat ke-6.

Masuknya Faker ke dalam jajaran elit ini bukan tanpa alasan. Penilaian peringkat reputasi merek ini dihitung secara matematis melalui analisis data besar yang sangat komprehensif. Skor tersebut mencakup jangkauan pemberitaan media, tingginya volume pencarian di berbagai mesin pencari, hingga level keterlibatan (engagement) serta mention di media sosial dan diskusi aktif di berbagai komunitas daring.

Faker berhasil membuktikan bahwa ia bukan sekadar atlet yang jago di depan komputer, melainkan figur publik yang memiliki nilai jual komersial yang sangat tinggi di mata agensi periklanan dan konsumen lintas generasi di Korea Selatan.

Jika kita melihat ke belakang, karier Faker memang sedang berada di puncak popularitas yang belum pernah dicapai oleh atlet esports mana pun sebelumnya. Setelah kembali memenangkan gelar juara dunia, Worlds, untuk keenam kalinya tahun lalu, citranya sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan jauh dari skandal menjadikannya magnet bagi brand-brand kelas dunia.

Mulai dari merek perbankan, otomotif, hingga produk gaya hidup mewah, kini berlomba-lomba menggunakan wajah Faker sebagai representasi nilai-nilai keunggulan dan dedikasi. Di Korea Selatan sendiri, status “Unkillable Demon King” ini sudah setara dengan pahlawan nasional, mengingat ia menjadi ujung tombak promosi budaya digital Korea ke seluruh pelosok bumi.

Fenomena ini juga menandakan adanya pergeseran budaya yang signifikan di Negeri Gingseng. Jika dulu industri periklanan didominasi oleh aktor drama atau idola K-Pop, tahun 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa pro-player seperti Faker telah menjadi standar baru bagi maskulinitas dan keberhasilan profesional.

Dengan dukungan komunitas gaming yang sangat loyal dan basis penggemar yang melintasi batas negara, pengaruh Faker diprediksi akan terus meroket. Ia bukan lagi sekadar pemain profesional; Faker adalah ikon global yang membuktikan bahwa melalui video game, seseorang bisa memiliki pengaruh yang setara, atau bahkan melampaui, bintang-bintang terbesar di lapangan hijau maupun panggung musik dunia.

Related posts

Pemain Temukan Animasi ASU LeBlanc Punya Banyak Kekurangan

Suluh Widyotomo
10 months ago

Perubahan Harga Skin Lee Sin Setelah Mendapatkan ASU!

Aksalsyah Arshi
2 years ago

Buntut Skandal Matchfixing Vietnam, 29 Peserta Dapat Sanksi

Suluh Widyotomo
2 years ago
Exit mobile version