Kancah kompetitif LPL (Tiongkok) diguncang skandal integritas yang melibatkan jungler Top Esports (TES), Naiyou. Setelah melalui proses investigasi mendalam, Naiyou terbukti melakukan berbagai pelanggaran berat, termasuk pengaturan skor alias match-fixing, yang membuatnya kini dijatuhi hukuman larangan bertanding di seluruh turnamen resmi Riot Games dan Tencent.
Kabar ini diperkuat oleh pernyataan pelatih TES, Poppy, melalui sesi live stream beberapa waktu lalu. Poppy mengungkapkan bahwa Naiyou telah mengakui keterlibatannya dalam pengaturan skor pada seluruh kekalahan timnya selama babak Playoffs LPL Split 1 2026.
Menanggapi hal ini, manajemen Top Esports langsung mengambil langkah drastis dengan memutus kontrak sang pemain secara tidak hormat, serta menahan seluruh sisa gaji dan bonus sebagai bentuk sanksi internal yang tegas.

Untuk mengisi kekosongan posisi krusial tersebut menjelang Split 2 LPL 2026, Top Esports tidak main-main dalam mencari pengganti. Mereka secara resmi menarik kembali mantan jungler andalan mereka yang kini berseragam Weibo Gaming, Tian.
Kembalinya sang juara dunia Worlds 2019 ini diharapkan mampu memulihkan stabilitas tim dan mengembalikan kepercayaan para penggemar setelah guncangan skandal yang mencoreng nama baik organisasi.
Langkah cepat TES dalam mendatangkan Tian menunjukkan ambisi mereka untuk tetap bersaing di papan atas LPL, sekaligus membersihkan sisa-sisa pengaruh negatif dari insiden Naiyou. Komunitas kini menanti bagaimana sinergi baru ini akan membawa Top Esports bangkit dari keterpurukan moral menuju kejayaan di musim mendatang.