Mantan pro player yang kini aktif sebagai streamer, Yaroslav Kuznetsov alias NS, baru-baru ini membagikan pandangan menarik mengenai tingkat stres dalam bermain game. Lewat live di platform Twitch miliknya, NS secara blak-blakan menyebut bahwa Dota 2 merupakan salah satu game daring yang paling menguras emosi dan pikiran. Menurutnya, tensi tinggi yang ada di dalam game besutan Valve tersebut jauh lebih berat jika dibandingkan dengan beberapa game kompetitif populer lainnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam ekosistem game bergenre PvP, sebenarnya masih banyak alternatif permainan lain yang jauh lebih ramah terhadap kesehatan mental pemain. NS bahkan tidak ragu untuk membandingkan Dota 2 dengan kompetitor utamanya di genre MOBA, yaitu League of Legends dan Heroes of the Storm. Di mata sang kreator konten, kedua game saingan tersebut dinilai jauh lebih menyenangkan serta tidak memberikan tekanan psikologis yang berlebihan kepada para pemainnya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa jika pemain bersedia melihat ke luar genre MOBA, maka pilihan game kompetitif yang lebih santai akan bervariasi secara masif. NS memberikan contoh beberapa game besar seperti Apex Legends, Overwatch, hingga VALORANT yang menurutnya masih jauh lebih mendingan daripada Dota 2. Kendati demikian, ia memberikan catatan khusus bahwa game dengan format PvP pada dasarnya memang selalu memiliki potensi besar untuk memicu rasa frustrasi.
Melihat fenomena kompetitif yang menguras energi, NS berikan sebuah saran yang cukup radikal bagi para penikmat game di seluruh dunia. Dibandingkan harus maksain diri menghadapi tekanan di game PvP, ia merasa bahwa skenario terbaik bagi gamer adalah dengan menghindari mode tersebut sepenuhnya. Pandangan ini lahir dari kekhawatirannya terhadap lingkaran setan yang sering kali dialami oleh para pemain saat mereka terjebak dalam ambisi mengejar kemenangan.
Pernyataan blak-blakan dari NS ini pun langsung memicu gelombang diskusi yang cukup hangat di kalangan komunitas gamer, khususnya para pencinta game strategi garis keras seperti Dta 2. Langkah beraninya dalam menyuarakan opini tanpa filter ini kian menegaskan posisinya sebagai salah satu figur senior yang paling vokal di skena kompetitif. Gimana nih, kalian setuju nggak sama pendapat NS kalau Dota 2 itu game MOBA yang paling merusak mental?