Kabar mengejutkan datang dari dunia kompetitif Dota 2 setelah superstar carry Nigma Galaxy, Syed Sumail “SumaiL” Hassan, mengisyaratkan bahwa TI 2026 kemungkinan menjadi panggung terakhirnya. Isyarat pensiun ini ia bagikan melalui akun X pribadinya sesaat setelah membawa timnya mengamankan slot menuju turnamen akbar tersebut. Dalam unggahan emosionalnya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para penggemar dan menuliskan bahwa turnamen di China nanti kemungkinan besar menjadi yang terakhir bagi dirinya.
Meskipun saat ini baru menginjak usia 27 tahun, SumaiL sejatinya telah berkompetisi di level profesional selama lebih dari satu dekade. Ia memulai karier kompetitifnya di usia yang sangat muda, yaitu 15 tahun, dan langsung diakui sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah Dota 2. Langkah awalnya di dunia esports langsung menarik perhatian global berkat bakat mekanik yang luar biasa di atas rata-rata pemain seusianya.
Made it to ti, probably the last one. Grateful for the support 🙌. See you all in China
— Sumail (@SumaaaaiL) June 28, 2026
Sepanjang karier legendarisnya, SumaiL telah menorehkan tinta emas dengan menjadi pemain termuda yang menjuarai turnamen resmi Valve di Dota 2 Asia Championships 2015. Tak lama setelah itu, ia memecahkan rekor sebagai pemain sekaligus juara TI termuda sepanjang sejarah saat mengangkat trofi TI 2015 bersama Evil Geniuses di usia 16 tahun. Ia juga memegang rekor kill terbanyak dalam satu game di TI dengan total 31 kills pada gelaran TI 2018 silam.
Dalam tiga tahun terakhir bersama Nigma Galaxy, kontribusi SumaiL sangat krusial hingga berhasil membawa organisasi tersebut lolos ke TI selama dua tahun berturut-turut untuk pertama kalinya. Pada gelaran TI 2025 lalu, ia sukses melampaui ekspektasi publik setelah membawa timnya finis di posisi Top 6 sebelum akhirnya dihentikan oleh Xtreme Gaming. Konsistensi performanya di lini depan menjadi pilar utama yang menjaga asa kompetitif dari skuad Nigma Galaxy.

Jika turnamen TI 2026 mendatang benar-benar menjadi tarian terakhirnya, maka kompetisi di China tersebut akan menandai penampilan ketujuh SumaiL sepanjang sejarah kejuaraan dunia Dota 2. Momentum ini bakal menjadi pembuktian terakhir apakah sang King mampu menutup lembaran karier ikoniknya dengan kembali mengangkat trofi Aegis of Champions. Seluruh komunitas Dota 2 dipastikan akan tertuju pada performa penutup dari sang legenda hidup ini.