Turnamen internasional Mid-Season Invitational (MSI) 2026 di Daejeon kembali menghadirkan kejutan besar yang mengguncang panggung kompetitif League of Legends. Sang juara dunia bertahan, T1, secara tragis harus menyudahi perjalanan mereka lebih awal setelah ditumbangkan oleh perwakilan nomor satu Eropa, G2 Esports, dengan skor akhir 1-3 di babak kedua Lower Bracket.
— LoL Esports (@lolesports) July 8, 2026
Kemenangan ini menjadi momen yang sangat bersejarah bagi G2 Esports. Hasil positif tersebut menandai kemenangan seri pertama G2 atas T1 sejak tahun 2019 silam, sekaligus menegaskan kembali status legendaris mereka sebagai “LCK Killers”. Sebaliknya, bagi T1, hasil minor ini menorehkan rekor kelam baru. Ini merupakan pertama kalinya dalam sejarah organisasi T1 finis di luar posisi empat besar dalam turnamen berskala internasional.

Pasca-pertandingan, sang kapten sekaligus legenda hidup T1, Lee “Faker” Sang-hyeok, tidak dapat menyembunyikan rasa kekecewaannya saat diwawancarai oleh Sheep Esports. Menanggapi berbagai pertanyaan yang muncul mengenai strategi draf pick-ban T1 yang dinilai kurang optimal, Faker memberikan pandangan yang jujur.
Ia menilai bahwa faktor utama yang membuat timnya tersingkir bukanlah karena kekuatan mutlak dari G2 Esports, melainkan karena banyaknya kesalahan individu serta blunder yang dilakukan oleh internal T1 sendiri sepanjang seri berlangsung.
“Dibandingkan menganggap kami kalah karena lawan yang terlalu kuat, menurut saya kami hanya gagal bermain di tingkat performa yang kami ekspektasikan.”
Kekalahan mengejutkan ini menyisakan tanda tanya besar bagi komunitas global mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada performa sang juara dunia di panggung MSI 2026. T1 kini dituntut untuk segera membenahi masalah internal mereka sebelum kembali berlaga di turnamen-turnamen besar berikutnya.
Bagaimana pendapat kalian mengenai gugurnya T1 di MSI 2026 kali ini? Apakah kalian setuju dengan evaluasi dari Faker kalau T1 kalah karena blunder mereka sendiri?
Stay connected