Sang legenda hidup Eropa, Martin “Rekkles” Larsson, baru saja menjatuhkan bom pernyataan yang emosional bagi komunitas League of Legends. Dalam sebuah wawancara pasca-pertandingan di akhir pekan LEC Versus lalu, Rekkles secara terbuka mengungkapkan bahwa perjalanannya bersama Los Ratones mungkin akan menjadi babak penutup dalam karier profesionalnya di kancah LEC.
Rekkles menekankan bahwa ia saat ini sedang dalam fase all-in mentality. Ia merasa kemungkinan besar tidak akan bergabung dengan tim LEC lain setelah proyek ini berakhir. Pernyataan ini membawa nada getir bagi para penggemar setianya yang telah mengikuti perjalanannya sejak era kejayaan Fnatic hingga kepindahannya yang fenomenal ke T1 Academy.

“Saya pikir ini mungkin hal terakhir yang saya lakukan di sini… Saya memberikan 110% setiap hari karena ini mungkin benar-benar yang terakhir. Meski sedih, itulah kenyataannya,” ujar pemain asal Swedia tersebut. Bagi Rekkles, fokus utamanya sekarang bukan lagi mengejar ambisi masa depan, melainkan hadir sepenuhnya untuk rekan-rekan setimnya di Los Ratones.
Drama masa depan Rekkles ini muncul di tengah performa Los Ratones yang bak rollercoaster. Setelah memulai musim dengan empat kekalahan beruntun yang menyakitkan, mereka berhasil membalikkan keadaan secara dramatis dengan meraih empat kemenangan berturut-turut, termasuk kemenangan krusial melawan G2 Esports.
Rekkles memuji ketangguhan rekan-rekan mudanya yang ia anggap sangat layak berada di panggung LEC. “Saya senang kami bisa membawa anak-anak ini ke LEC. Mereka layak mendapatkannya, mereka bermain sangat luar biasa,” tuturnya. Sebagai pemimpin veteran di tim yang penuh dengan wajah baru dan kepribadian besar, Rekkles seolah sedang membimbing generasi penerus sebelum ia benar-benar menggantung mouse-nya.
Sepanjang lebih dari satu dekade kariernya, Rekkles telah mengukir namanya sebagai AD Carry (dan kini Support) terbaik yang pernah dimiliki Eropa. Dengan empat gelar LEC, rekor kills terbanyak sepanjang masa, serta partisipasi di berbagai ajang internasional, keputusannya untuk menjadikan Los Ratones sebagai pelabuhan terakhir terasa seperti sebuah swan song yang ia tentukan sendiri syaratnya.
Jika benar ini adalah musim terakhirnya, Rekkles tidak pergi dengan tangan hampa atau sekadar meramaikan panggung. Ia pergi dengan komitmen penuh, memastikan bahwa nama terakhir yang ia bela, Los Ratones, meninggalkan jejak yang tak terlupakan di sejarah LEC.