Bintang top laner Los Ratones, Simon “Baus” Hofverberg, secara resmi mengumumkan bahwa ia tidak akan melanjutkan kariernya di skena profesional League of Legends. Pernyataan ini ia sampaikan melalui live stream pertamanya setelah kembali ke rumah pasca tereliminasinya Los Ratones dari babak playoff LEC Versus 2026.
Meskipun pengumuman ini mengejutkan banyak penggemar, Baus mengungkapkan bahwa bermain secara profesional sebenarnya tidak pernah menjadi rencana jangka panjangnya. “Saat saya bergabung dengan proyek kecil ini (Los Ratones) setahun yang lalu, saya tidak pernah berniat menjadi pemain pro selamanya. Rencananya hanya untuk mencobanya selama satu tahun, lalu selesai,” ungkap Baus.
The boys gave it their all, but it wasn't to be.
— LosRatones (@LosRatoneslol) February 8, 2026
Thanks for all the support. 🐀🖤 pic.twitter.com/MGV2X8q4SD
Ia mengaku merasa hancur karena perjalanan ini berakhir dengan kegagalan menembus playoff. Pasalnya, Los Ratones sempat memiliki peluang 90% untuk lolos sebelum akhirnya tergelincir di hari terakhir akibat kekalahan dari Team Vitality dan hasil buruk di laga tiebreaker.
Baus dikenal sebagai salah satu figur paling unik di skena kompetitif. Gaya bermainnya yang sering mati namun tetap unggul secara ekonomi melalui strategi proxy wave melahirkan istilah-istilah legendaris di komunitas seperti “Bausen Law”, “Good Death”, dan “Solo Bolo”. Meski awalnya dianggap sebagai titik lemah tim, Baus berhasil membuktikan kemampuannya dengan meraih beberapa gelar Match MVP lewat performa impresif menggunakan champion seperti Gragas dan Poppy.
Hingga saat ini, masa depan tim Los Ratones masih menjadi tanda tanya besar. Caedrel telah mengonfirmasi bahwa tim tidak akan kembali bermain di liga NLC, dan belum ada tawaran baru dari Riot Games. Namun, para pemain lain seperti Nemesis, Crownie, dan Rekkles telah membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di level tertinggi (LEC), sementara pemain muda seperti Velja juga berhasil menarik perhatian lewat mekanik permainannya yang tajam.
