HASAGI
Esports, League of Legends

Tuai Pro dan Kontra, Wacana Pelatih Bisa Langsung Komunikasi dengan Pemain Selama Pertandingan Berlangsung

Wacana mengenai penerapan Coach Comms, atau izin bagi pelatih untuk berkomunikasi langsung dengan pemain selama pertandingan berjalan, kini menjadi perdebatan hangat yang membelah opini di panggung pro League of Legends.

Dari sisi positif, kehadiran pelatih di dalam saluran suara dianggap mampu meningkatkan kualitas makro dan eksekusi strategi secara keseluruhan.

Dengan pelatih yang bertindak sebagai “mata ketiga”, kesalahan-kesalahan mendasar akibat tekanan mental atau hilangnya fokus pada objektif dapat diminimalisir, sehingga pertandingan yang tersaji menjadi lebih taktis, rapi, dan memiliki standar kompetitif yang jauh lebih tinggi.

Namun, di sisi lain, kebijakan ini memicu kekhawatiran besar akan hilangnya insting murni dan kemandirian para pemain di lapangan. Banyak pihak berpendapat bahwa daya tarik utama esports terletak pada kemampuan pemain dalam mengambil keputusan krusial dalam hitungan milidetik di bawah tekanan luar biasa.

Jika instruksi terus mengalir dari pelatih, peran In-Game Leader (IGL) dikhawatirkan akan memudar dan pemain berisiko menjadi sekadar “bidak” yang digerakkan dari belakang layar.

Pada akhirnya, tantangan bagi Riot Games adalah mencari titik tengah agar teknologi komunikasi ini bisa memperkaya strategi tanpa harus mematikan kreativitas dan sisi kemanusiaan yang selama ini menjadi nyawa dari setiap kemenangan dramatis di Summoner’s Rift.

Related posts

Kilas Balik 2024, Melihat Karakter Baru Game Riot di League of Legends & VALORANT

Aksalsyah Arshi
1 year ago

Daftar Nominasi Riot Games Dalam The Game Awards 2025!

Aksalsyah Arshi
3 months ago

Menurut Dataminers, Riot Ingin Perkenalkan Skin dengan Tier Baru!

Aksalsyah Arshi
1 year ago
Exit mobile version