HASAGI
League of Legends

Yang Kami Ketahui Sejauh Ini Tentang League of Legends Classic

Riot Games resmi menjawab rasa penasaran komunitas dengan merilis video pembaruan developer bertajuk “200 Years of Experience”. Melalui video tersebut, Riot Games secara gamblang mengonfirmasi bahwa mereka memang sedang aktif menggarap proyek bertajuk League of Legends Classic. Dalam pengumuman perdana ini, Riot sengaja menebar sinyal nostalgia mulai dari era beta, Season 1, 2, 4, hingga meme legendaris “two Shens”.

Fokus utama yang ingin diangkat oleh Riot Games dalam proyek ini tampaknya merujuk pada jargon utama “Your Favorite League”. Pihak developer sangat menyadari bahwa definisi kata klasik atau masa keemasan memiliki arti yang berbeda bagi setiap generasi pemain. Oleh karena itu, alih-alih mematok satu masa saja, Riot mengindikasikan proyek ini akan dirancang fleksibel guna merangkul berbagai preferensi penikmatnya.

Bersamaan dengan pengumuman tersebut, para dataminer berhasil membongkar berkas data terbaru dari server PBE dengan kode nama rahasia Jade. Berdasarkan temuan tersebut, proyek League of Legends Classic diproyeksikan hadir dalam bentuk Game Mode khusus di dalam aplikasi klien modern saat ini. Langkah teknis ini menegaskan bahwa Riot tidak akan meluncurkan aplikasi permainan atau server mandiri yang terpisah secara independen.

Bocoran data lebih lanjut mengungkapkan bahwa mode klasik ini diperkirakan bakal meluncur dengan ketersediaan roster yang cukup terbatas. Pihak pengembang kabarnya hanya menyediakan sekitar 60 champion jadul saja, termasuk nama ikonik seperti Ahri, Ashe, Lee Sin, hingga Ryze. Menariknya, karakter lawas yang sempat mendapatkan perombakan total secara masif seperti Galio dan Mordekaiser dilaporkan absen dari data tersebut.

Kejutan lain yang ditemukan oleh para pencari data adalah adanya penerapan sistem progresi yang sepenuhnya terpisah dari mode normal. Saat memasuki mode League of Legends Classic ini, seluruh pemain diwajibkan untuk memulai kembali perjalanan akun mereka dari Level 1 hingga 30. Mekanik ini sengaja dihadirkan demi menciptakan kembali sensasi perjuangan autentik para veteran saat pertama kali bermain.

Aspek ekonomi dan manajemen karakter di dalam game juga dipastikan akan mengalami kemunduran waktu ke era purba yang dirindukan. Pemain nantinya akan bernostalgia dengan kembalinya mata uang kuno Influence Points (IP) untuk menggantikan fungsi Blue Essence modern. Sistem kustomisasi pra-pertandingan kuno seperti susunan Runes dan Masteries juga dihadirkan kembali bersama item lawas layaknya Heart of Gold.

Riot Games tampaknya tidak setengah-setengah dalam menyuntikkan konten pelengkap ke dalam mode nostalgia ini agar tidak terasa membosankan. Berdasarkan baris kode yang ditemukan, mereka telah menyiapkan sistem voting kekuatan, battle pass khusus, hingga indikasi antrean mode Ranked dan Bot. Seluruh elemen ini akan dibalut visual peta Summoner’s Rift versi jadul, lengkap dengan mekanik old Lux dan old Graves.

Pendekatan cair dari Riot Games ini terbukti sangat kontras dengan kebijakan Blizzard yang memilih mengunci game klasik mereka pada versi patch kaku. Meskipun bocoran fiturnya sudah sangat melimpah, Riot masih menyimpan rapat detail tanggal rilis resmi, wilayah server, hingga status kepermanenannya. Segala rincian informasi dan masa depan proyek ini baru akan dibongkar pada 11 Juli mendatang saat Grand Final MSI 2026.

Exit mobile version