Hanwha Life Esports (HLE) memasuki ajang MSI 2026 dengan status mentereng sebagai 1st seed dari LCK. Fakta bahwa turnamen internasional ini digelar di rumah sendiri, tepatnya di Daejeon, Korea Selatan, memberikan keuntungan besar bagi sang midlaner, Kim “Zeka” Geon-woo. Dalam wawancaranya bersama Sheep Esports, Zeka mengaku merasa sangat nyaman karena urusan makanan dan aktivitas harian berjalan lancar tanpa hambatan adaptasi fisik.
Meski sudah pernah merasakan gelar juara dunia (Worlds), ini merupakan panggung MSI pertama sepanjang karier profesional Zeka. Ia menganggap turnamen pertengahan musim ini jauh lebih sulit untuk ditembus dibandingkan dengan Worlds karena jatah slot perwakilan wilayah yang jauh lebih ketat. Kendati demikian, Zeka ogah terbebani target juara yang berlebihan agar tidak melakukan kesalahan fatal, dan memilih percaya penuh pada performa tim saat ini.

Langkah HLE menuju MSI 2026 membawa misi penebusan dosa atas kegagalan menyakitkan yang mereka alami dua belas bulan lalu. Zeka mengenang momen pahit saat timnya terkena reverse-sweep pada kualifikasi Road to MSI tahun lalu yang sempat merusak mental dan ritme tim di sisa musim. Pengalaman buruk tersebut menjadi bahan bakar utama bagi roster HLE untuk melakukan persiapan jauh lebih matang demi menunjukkan performa terkuat mereka saat ini.
Zeka juga membagikan cerita hangat seputar pengalamannya mengikuti kamp pelatihan bersama para pemain tim nasional untuk ajang Asian Games. Walau para pemain antar tim LCK secara individu sudah saling mengenal dekat, kehadiran jajaran staf pelatih dan analis baru membuat atmosfer kamp terasa menyegarkan. Proses adaptasi tersebut berjalan sangat seru dan sukses membangun keakraban yang solid di antara seluruh anggota tim.
Momen kamp pelatihan tersebut menjadi kesempatan perdana bagi Zeka untuk bisa mengobrol banyak dan membangun hubungan dekat dengan sang legenda hidup, Faker. Zeka membagikan sebuah cerita lucu saat Faker dan Keria kebingungan melihatnya bermain menggunakan dua lapis mouse pad. Setelah Zeka menjelaskan bahwa trik tersebut membuat pergerakan tangan terasa lebih mulus, Faker dan Keria pun tertarik dan berniat mencoba metode unik tersebut.
Sebelum turnamen dimulai, Lee “Gumayusi” Min-hyung sempat menggoda Zeka yang belum pernah mencicipi panggung MSI sama sekali di saat dirinya selalu berhasil lolos. Kini, setelah keduanya resmi bertanding bersama di bawah bendera HLE, Zeka membalas candaan tersebut dengan menyebut dirinya jauh lebih antusias karena statusnya sebagai debutan. Namun di luar candaan itu, keduanya memiliki ambisi membara yang sama untuk bisa mengangkat trofi bersama-sama.
Turnamen besar dengan tensi tinggi sering kali membuat sebuah tim bermain lebih pasif karena takut melakukan kesalahan kecil yang berujung fatal. Menanggapi hal tersebut, Zeka menegaskan bahwa HLE tidak akan kehilangan identitas tempur mereka yang terkenal sangat agresif. Ia menunjuk sang jungle, Kanavi (Seo Jin-hyeok), sebagai sosok pemimpin di dalam game yang memiliki mental baja dan kebal terhadap tekanan psikologis di panggung dunia.
Menutup sesi bincang-bincang, Zeka menegaskan komitmen HLE untuk terus bermain dengan gaya menekan yang menjadi ciri khas utama mereka sejak awal musim. Dibandingkan terlalu mencemaskan pola permainan tim lawan, fokus utama mereka adalah menjaga konsistensi performa internal tim sendiri. Zeka percaya bahwa selama mereka bisa mengeksekusi taktik bermain dengan rapi seperti biasa, maka gelar juara MSI 2026 akan mengikuti dengan sendirinya.