Persaingan babak Regular Season MPL Indonesia Season 17 resmi mencapai titik didih tertinggi menjelang bergulirnya Week 9. Mengusung narasi sakral “Every Match Matters”, pekan penutup ini dijuluki sebagai “Minggu Berdarah” karena menjadi medan pertempuran hidup-mati bagi mayoritas tim yang berlaga demi mengamankan sisa napas mereka di kompetisi musim ini.
Dari sembilan tim yang berkompetisi, baru ONIC Esports saja yang sudah bisa bernapas lega setelah sukses mengunci posisi teratas klasemen sekaligus mengamankan tiket emas menuju Upper Bracket. Sementara itu, tujuh tim lainnya masih harus saling sikut dengan sangat kejam demi memperebutkan lima tiket babak Playoffs terakhir menuju Jakarta International Velodrome.

Hari pertama (Day 1) pada Jumat (22/5) dipastikan bakal menjadi pemantik efek domino yang sangat masif bagi kelangsungan turnamen. Laga pembuka yang mempertemukan Bigetron vs DEWA United serta Team Liquid ID vs Alter Ego tidak hanya menentukan nasib tim yang sedang bertanding, tetapi juga langsung mengubah total kalkulasi poin tim lain yang bahkan statusnya sedang tidak bermain.
Melihat peta kekuatan di papan atas, DEWA United dan Team Liquid ID saat ini berada di posisi yang paling diuntungkan untuk lolos. DEWA United hanya perlu memutus tren buruk lose streak mereka di pekan-pekan sebelumnya demi bisa mengunci kemenangan dan mengamankan tiket kelolosan ke babak berikutnya secara mandiri. Tapi apakah hanya itu saja?
Jika DEWA United mampu menang mutlak dengan skor 2-0 atas Bigetron, mereka secara otomatis akan menarik EVOS Esports dan Team Liquid ID ikut lolos langsung ke Velodrome. Di sisi lain, Team Liquid ID yang sedang berada dalam momentum positif hanya membutuhkan satu kemenangan saja atas Alter Ego untuk langsung menyegel tempat aman tanpa perlu bergantung pada hasil tim lain.
Sementara itu, nasib EVOS Esports dan Geek Fam tampaknya akan sangat bergantung pada faktor keberuntungan dan hasil akhir dari tim lawan mereka. EVOS Esports menjadi tim yang paling diuntungkan di Day 1 karena meski statusnya hanya menjadi penonton layar kaca, kemenangan DEWA United dengan skor berapa pun akan langsung meloloskan sang Macan Putih.
Berbanding terbalik dengan EVOS Esports, Geek Fam justru berada dalam posisi yang sangat rawan terseret kembali ke zona merah jika Bigetron dan Alter Ego kompak meraih kemenangan. Kondisi krusial ini memaksa Geek Fam wajib tampil habis-habisan tanpa celah untuk mengamankan poin penuh di sisa laga mereka demi menghindari skenario terburuk. Tapi tentu saja hal ini tidak mudah.
Di papan bawah klasemen, perjuangan Alter Ego, Bigetron, dan NAVI tergolong sangat berat karena mereka harus melewati jalur yang penuh kemustahilan. Alter Ego wajib menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan, sedangkan Bigetron sendiri harus menghadapi ujian mental yang berat karena ditantang oleh dua raksasa penguasa klasemen secara berturut-turut.
Ketatnya selisih poin musim ini juga melahirkan potensi drama tie-breaker (pertandingan dadakan) yang sangat ekstrem di akhir pekan nanti. Para analis bahkan menghitung adanya peluang lahirnya Double 3-Way Tie-Breaker, sebuah kondisi langka di mana enam tim sekaligus finis dengan raihan total 8 poin match yang sama akibat poin yang kembar.
Apabila skenario ekstrem itu benar-benar terjadi, tiga tim papan atas akan bertanding ulang demi satu slot sisa di Upper Bracket. Sementara tiga tim papan bawah harus saling hantam di babak hidup-mati hanya demi lolos dari zona degradasi dan terhindar dari nasib sial menyusul RRQ Hoshi yang sudah dipastikan gugur. Jadi siapa yang akan ke Velodrome dan siapa yang angkat koper?