Kabar burung berhembus kencang bahwa PB ESI tengah mencari sosok pelatih tangguh untuk divisi League of Legends guna menghadapi ajang Esports Nations Cup 2026. Sebagai media yang tumbuh bersama komunitas, HASAGI merangkum 7 nama besar dengan rekam jejak emas yang punya kapabilitas untuk membawa Garuda terbang tinggi di kancah internasional.
Ruben

Dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di skena lokal League of Legends, Ruben memiliki sejarah manis saat membawa Kanaya Gaming berkali-kali menjuarai LGS. Kekuatan utamanya terletak pada manajemen ego pemain bintang dan kemampuannya membangun chemistry tim yang solid dari nol, menjadikannya sosok “bapak” yang tepat bagi skuad bertabur bintang.
Cruzher

Sebagai mantan pemain, pelatih, sekaligus pendiri dari Headhunters, Cruzher adalah otak di balik gelar juara LGS Summer 2017 hingga mewakili Indonesia di ajang GPL dan Asian Games 2018. Ia dikenal memiliki analisis meta yang sangat tajam dan kecerdasan drafting yang sulit ditebak, sebuah aset krusial untuk mencuri poin dari tim raksasa dunia di panggung ENC nanti.
Starlest

Sebagai Founder Bigetron Esports, Starlest telah membuktikan tangan dinginnya dalam membangun dinasti juara dunia di berbagai divisi. Ia membawa standar profesionalisme tinggi dan visi manajerial yang sangat kuat, memastikan struktur timnas berjalan dengan disiplin dan orientasi hasil jangka panjang yang jelas. Fun fact, Starlest dulunya adalah pro player League, dia pernah membawa timnya menjuarai LGS.
Binx

Binx adalah mantan ADC andalan dari tim Phoenix Esports yang selalu menghuni papan atas LGS. Keunggulannya terletak pada pemahaman mekanik mikro yang sangat detail dan kedekatan emosionalnya dengan para pemain lokal. Ia adalah sosok mentor yang tepat untuk memoles talenta muda Indonesia agar tampil tajam secara individu.
TwoJ

Merupakan veteran dari tim legendaris seperti XcN Gaming dan Fortius (sekarang EVOS), TwoJ telah mengoleksi berbagai gelar juara nasional di era klasik. Ia dikenal dengan gaya kepelatihan yang sangat terstruktur dan kedisiplinan tinggi, memastikan setiap rencana strategi dieksekusi tanpa celah sedikitpun di bawah tekanan turnamen yang tinggi.
Supernayr

Legenda dari Zero Latitude dan Revival Konoha ini adalah definisi dari mentalitas juara. Supernayr sudah berkali-kali mewakili Indonesia di ajang internasional untuk berbagai judul game. Kehadirannya di kursi pelatih akan memberikan suntikan kepercayaan diri instan bagi para pemain berkat aura kemenangan yang selalu ia bawa.
Tibold

Pengalaman Tibold sebagai pelatih Timnas Indonesia di SEA Games 2019 serta kiprahnya di Onic Esports adalah modal yang sangat berharga. Ia adalah pakar dalam menavigasi tekanan turnamen multi-event antar negara, sebuah jam terbang yang sangat dibutuhkan untuk memastikan kontingen Indonesia tidak gentar menghadapi atmosfer persaingan global.
Tujuh legenda, satu tujuan: mengembalikan kejayaan Indonesia di kancah League of Legends dunia. Dari pengalaman Tibold hingga ketangkasan Supernayr, masing-masing membawa warna dan “magis” tersendiri untuk timnas. Menurut kalian, siapa yang paling layak mendapatkan mandat dari PB ESI?