Trending News

Blog Post

Persinggungan Budaya Pop: Rivalitas Tak Terduga Antara Penggemar Harry Styles dan League of Legends
Community, League of Legends

Persinggungan Budaya Pop: Rivalitas Tak Terduga Antara Penggemar Harry Styles dan League of Legends 

Sebuah fenomena unik terjadi di awal tahun 2026, di mana dua basis massa dari industri yang berbeda—musik pop dan electronic sports (esports)—terlibat dalam sebuah perselisihan ruang publik di pusat kota New York dan Los Angeles. Kampanye pemasaran album terbaru Harry Styles dilaporkan bersinggungan langsung dengan promosi masif musim terbaru dari game populer besutan Riot Games, League of Legends.

Ketegangan ini bermula ketika rangkaian poster promosi album solo keempat Harry Styles yang bertajuk “Kiss All the Time, Disco, Occasionally” mulai menghiasi titik-titik strategis di New York City. Namun, tak lama berselang, ruang iklan luar ruang (OOH) tersebut tertutup oleh mural dan poster promosi Season 2026 dari League of Legends. Aksi tumpang tindih iklan ini memicu reaksi keras dari para penggemar setia Harry Styles. Berdasarkan laporan yang viral di platform TikTok, sejumlah penggemar bahkan melakukan aksi langsung dengan mencoba melepas poster League of Legends guna mengembalikan visual promosi sang musisi. Hal ini memicu perdebatan mengenai etika penempatan iklan di ruang publik serta loyalitas ekstrem dari para penggemar fanatik.

Menanggapi situasi yang menjadi perbincangan hangat di media sosial tersebut, pihak Riot Games menunjukkan sikap yang cenderung santai dan humoris. Drew Levin, salah satu pejabat di Riot Games, menyebut fenomena ini sebagai “perang geng antara penggemar Harry Styles dan warga Demacia.” Meskipun bagi sebagian besar pemain League of Legends hal ini dianggap sebagai kejadian angin lalu, bagi industri pemasaran, insiden ini menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana dua target audiens yang sangat berbeda dapat berbenturan secara fisik di lapangan.

Hingga saat ini, kampanye visual League of Legends masih mendominasi beberapa lokasi strategis yang menjadi “medan tempur” promosi tersebut. Di New York City, mural dan poster ini dapat ditemukan di kawasan Greenwich and Clarkson, Centre Market Place, hingga persimpangan Wooster and Grand serta Rivington and Clinton. Sementara itu, di wilayah Los Angeles, ekspansi promosi serupa terlihat jelas di sepanjang Lincoln and Zanja, Beverly Blvd, kawasan Highland Ave, hingga area populer seperti Sunset Blvd dan Silver Lake Blvd. Keberadaan iklan-iklan ini terus menjadi sorotan para penggemar yang melintasi kawasan tersebut.

Fenomena ini mencerminkan dinamika budaya pop modern, di mana ruang publik menjadi medan tempur bagi merek-merek besar untuk memperebutkan atensi audiens yang semakin terfragmentasi. Belum ada pernyataan resmi dari manajemen Harry Styles terkait insiden penumpukan materi promosi ini, namun dampak digitalnya telah menciptakan publisitas yang masif bagi kedua belah pihak.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *