Industri esports dunia kembali mencapai tonggak sejarah baru seiring dengan pengumuman resmi dari Esports World Cup (EWC) Foundation mengenai daftar klub yang terpilih masuk dalam Esports World Cup Partner Program 2026.
Program strategis ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur organisasi esports secara global, memastikan keberlanjutan kompetisi tingkat tinggi, serta memperluas jangkauan narasi inspiratif dari para atlet ke seluruh penjuru dunia.
Dilansir dari Esports Charts, terdapat total 40 organisasi esports elit yang terpilih untuk edisi 2026—meningkat dari jumlah partner di tahun sebelumnya. Program ini memberikan dukungan finansial yang signifikan, di mana setiap klub mitra berkesempatan mendapatkan pendanaan hingga $1 juta per musim.
Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan operasional internal, kesejahteraan pemain, hingga peningkatan kualitas produksi konten guna mempererat koneksi dengan jutaan penggemar.
Menariknya, daftar tahun ini menunjukkan keragaman geografis yang luar biasa, mencakup perwakilan dari Amerika Utara, Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Asia Tenggara.
Beberapa organisasi besar asal Indonesia seperti Team RRQ dan ONIC kembali mengamankan posisi mereka dalam daftar elit ini, bersanding dengan raksasa global lainnya seperti T1, Team Liquid, G2 Esports, dan Natus Vincere.

Namun, dinamika industri juga terlihat dengan absennya beberapa nama besar seperti Karmine Corp dan LOUD yang tidak masuk dalam daftar mitra tahun ini.
Perlu dicatat bahwa status sebagai klub partner tidak memberikan jaminan kualifikasi otomatis ke turnamen utama; setiap organisasi tetap harus berjuang melalui jalur kualifikasi resmi di masing-masing disiplin gim untuk dapat berlaga di panggung utama Esports World Cup 2026 di Riyadh.