Trending News

Blog Post

Cacat Logika IGRS: Apex Legends, CS2, dan Dota 2 Dilabeli Game Dewasa Sementara PUBG Game Balita
Dota 2, PUBG

Cacat Logika IGRS: Apex Legends, CS2, dan Dota 2 Dilabeli Game Dewasa Sementara PUBG Game Balita 

Setelah sekian lama menjadi perbincangan, regulasi Indonesia Game Rating System (IGRS) kini mulai menampakkan taringnya secara nyata di platform Steam.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 2 Tahun 2024, yang mewajibkan setiap pengembang dan penerbit gim untuk melakukan klasifikasi usia pada produk mereka yang beredar di Indonesia.

Perubahan ini membawa dinamika unik, terutama pada beberapa judul esports populer yang kini memiliki label usia yang mungkin mengejutkan bagi sebagian pemain.

Bagi Anda yang sering menghabiskan waktu di lane atau koridor sempit, bersiaplah melihat label baru. Gim-gim kompetitif tingkat tinggi seperti Dota 2, Counter-Strike 2 (CS2), dan Apex Legends kini secara resmi diklasifikasikan sebagai gim untuk usia 18 tahun ke atas (Dewasa).

Klasifikasi ini umumnya didasarkan pada elemen kekerasan intens, penggunaan senjata api, hingga interaksi daring yang tidak terprediksi antar pemain. Hal ini menandakan bahwa pemerintah ingin memastikan bahwa audiens yang mengonsumsi konten dengan kompleksitas visual dan mekanik seperti ini adalah mereka yang sudah dianggap cukup matang secara psikologis.

Di sisi lain, terdapat anomali yang cukup menarik perhatian netizen. Jika gim seperti Apex Legends dilabeli 18+, beberapa versi atau judul yang terafiliasi dengan PUBG (khususnya jika merujuk pada rating yang sempat muncul di beberapa sistem klasifikasi) justru menunjukkan angka yang sangat rendah, bahkan menyentuh kategori 3 tahun ke atas.

Tentu saja, hal ini memicu perdebatan. Bagaimana mungkin gim battle royale yang melibatkan baku tembak bisa dikonsumsi oleh balita? Hal ini kemungkinan besar terjadi karena adanya perbedaan versi gim yang didaftarkan atau mungkin adanya kesalahan input data teknis saat proses klasifikasi awal dilakukan. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa sistem IGRS masih membutuhkan sinkronisasi yang lebih akurat agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Implementasi IGRS di Steam bukan sekadar label tempelan. Kedepannya, hal ini bisa berpengaruh pada sistem kontrol orang tua (Parental Control) di platform tersebut. Orang tua kini memiliki acuan hukum yang jelas untuk membatasi gim apa saja yang boleh diakses oleh anak-anak mereka berdasarkan klasifikasi usia yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *