Riot Games kembali memperketat aturan perilaku pemain di Summoner’s Rift melalui Patch 26.04 dengan target utama: penyalahgunaan sistem ping.
Dalam rilis resminya, Riot menyatakan bahwa tindakan melakukan spamming ping secara berulang-ulang kepada rekan setim sebagai ungkapan rasa frustrasi kini dianggap melampaui batas perilaku yang mengganggu.
Meskipun ping diciptakan untuk koordinasi taktis, penggunaan yang berlebihan dan bernada negatif justru dinilai merusak konsentrasi serta pengalaman bermain tim secara keseluruhan.

Melalui sistem deteksi terbaru yang diimplementasikan mulai patch ini, Riot akan mulai memantau kasus-kasus ekstrem di mana seorang pemain melakukan spam ping secara terus-menerus.
Pemain yang terdeteksi melakukan tindakan destruktif ini akan langsung dikenakan penalti berupa pengurangan durasi atau kemampuan melakukan ping secara sementara dalam pertandingan tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sistem komunikasi tetap berfungsi sebagaimana mestinya tanpa menjadi alat untuk melakukan pelecehan verbal non-teks.
Kebijakan ini memicu reaksi beragam di kalangan komunitas; sebagian menyambut baik karena lingkungan bermain akan menjadi lebih tenang, sementara yang lain khawatir sistem ini mungkin terlalu sensitif saat pemain sedang mencoba melakukan koordinasi intens.
Namun, Riot menegaskan bahwa penalti hanya menyasar kasus-kasus “ekstrem dan berkelanjutan”, bukan komunikasi taktis yang wajar.
Dengan adanya aturan baru ini, League of Legends tampaknya benar-benar ingin bertransisi menjadi game yang lebih fokus pada strategi melalui fitur team voice chat yang segera dirilis dan komunikasi visual yang lebih sehat.
Era Akhir Bagi Tukang Spam Ping: Patch 26.04 Resmi Berikan Sanksi Tegas