Trending News

Blog Post

Kamu Sekarang Bisa Lapor Pemain yang Smurfing di League of Legends
League of Legends

Kamu Sekarang Bisa Lapor Pemain yang Smurfing di League of Legends 

Menjelang musim kompetisi tahun 2026, Riot Games memperkenalkan perubahan signifikan pada sistem pelaporan di dalam game League of Legends. Kini, para pemain akan menemukan opsi baru dalam menu laporan pasca-pertandingan yang secara eksplisit mencantumkan “manipulasi peringkat” dan “smurfing” sebagai pelanggaran yang bisa ditindak. Langkah ini diambil Riot untuk merespons keluhan lama komunitas mengenai ketidakadilan dalam sistem kompetisi, sekaligus sebagai upaya menciptakan lingkungan bermain yang lebih sehat dan transparan bagi semua orang.

Banyak pemain sempat merasa khawatir bahwa kebijakan baru ini berarti larangan total untuk memiliki akun alternatif atau akun kedua. Namun, pihak pengembang melalui Drew Levin dan Matthew “Phroxzon” Leung-Harrison menjelaskan bahwa fokus utama mereka bukanlah menghukum pemain yang sekadar ingin bermain di akun lain. Definisi smurfing yang dimaksud Riot dalam menu laporan ini lebih condong pada tindakan manipulasi peringkat yang merugikan orang lain, seperti praktik boosting (joki) atau hitchhiking (sengaja bermain bersama akun jagoan untuk mendongkrak peringkat secara tidak sah).

Menu laporan yang baru ini sebenarnya dirancang sebagai alat bantu komunikasi antara pemain dan sistem keamanan game. Dengan adanya label yang lebih spesifik, pemain bisa dengan cepat menandai perilaku mencurigakan yang mereka temui selama pertandingan. Meskipun seseorang melaporkan pemain lain dengan tuduhan smurfing, Riot tetap akan melakukan verifikasi teknis. Selama akun tersebut dinaikkan levelnya secara manual oleh pemiliknya dan tidak terlibat dalam praktik jual-beli akun atau jasa joki, akun tersebut seharusnya tetap aman dari hukuman.

Intinya, Riot Games mencoba meluruskan perbedaan makna antara istilah smurfing yang sering dipakai pemain sehari-hari dengan pelanggaran kebijakan yang sebenarnya. Bagi Riot, masalah utamanya adalah ketika seseorang merusak integritas kompetisi dengan cara memanipulasi sistem matchmaking. Bersamaan dengan aturan ini, mereka juga sedikit melonggarkan batasan duo queue di peringkat tinggi untuk memberi ruang bagi pemain agar tetap bisa bermain bersama teman, asalkan tetap mengikuti koridor aturan yang adil dan jujur.

Bagaimana menurutmu, apakah fitur lapor smurfing ini bakal efektif mengurangi joki di dalam game nanti?

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *