Langkah terbaru Riot Games dalam memodifikasi sistem matchmaking League of Legends menandai pergeseran prioritas yang signifikan: dari kecepatan menuju kualitas. Melalui pembaruan di patch terbaru, Riot secara sengaja memperlama waktu antrean bagi para pemain, terutama di level kompetitif tinggi seperti Masters, Grandmasters, dan Challenger.
Keputusan ini didasari oleh ambisi pengembang untuk menciptakan pertandingan yang lebih adil, di mana sistem diberikan waktu lebih banyak untuk memproses variabel rumit, seperti keuntungan komunikasi pada duo queue dan distribusi peran autofill yang sering kali menjadi titik lemah dalam keseimbangan tim.
Fokus utama dari penyesuaian ini adalah menyeimbangkan anomali yang sering muncul ketika pemain duo berada dalam satu lobi. Di peringkat elit, kehadiran dua pemain yang berkoordinasi secara langsung memberikan keuntungan strategis yang sangat besar dibandingkan pemain solo.

Matt “Phroxzon” Leung-Harrison, selaku Gameplay Lead Riot, menjelaskan bahwa sistem kini akan lebih selektif; jika pemain Challenger melakukan duo, sistem mungkin akan memasangkan mereka dengan rekan setim di peringkat Masters demi menyeimbangkan rata-rata kekuatan tim lawan.
Meski ini berisiko memperlama waktu tunggu di wilayah dengan populasi pemain yang kecil, Riot percaya bahwa pertandingan yang lebih ketat jauh lebih berharga daripada pertandingan cepat yang berakhir dengan skor telak atau “stomp”.
Selain urusan peringkat, Riot juga tengah berupaya membedah masalah “lobi aneh” yang sering dikeluhkan para pemain profesional dan konten kreator. Fenomena di mana lima pemain peringkat atas bertemu dengan tim yang memiliki kesenjangan peringkat terlalu jauh akan diminimalisir melalui algoritma baru ini.

Tidak hanya itu, sistem autofill juga menjadi sasaran perbaikan; ke depannya, sistem akan berusaha keras memastikan bahwa jika tim Anda memiliki satu pemain autofill, maka tim lawan juga harus memiliki pemain dalam kondisi serupa di posisi yang sama. Hal ini dilakukan untuk menghindari situasi di mana seorang pemain Main Mid harus berhadapan dengan pemain Autofill yang secara mekanik jelas tertinggal di jalur tersebut.
Menariknya, perubahan ini juga dibarengi dengan evaluasi terhadap sistem penilaian kontribusi pemain atau Mastery. Riot menyadari bahwa sistem skor saat ini terkadang memberikan insentif yang salah, seperti pemain yang bermain terlalu pasif atau hanya fokus melakukan farming demi mendapatkan nilai “B” saat kalah, alih-alih melakukan tindakan berisiko yang sebenarnya berpotensi memenangkan pertandingan.
Dengan kombinasi antara antrean yang lebih berkualitas dan sistem penilaian yang lebih akurat terhadap “tindakan pemenang”, Riot berupaya mengembalikan esensi kompetitif League of Legends ke jalur yang lebih sehat, meskipun itu berarti para pemain harus sedikit lebih bersabar di depan layar lobi.
Kualitas di Atas Kecepatan: Mengapa Riot Sengaja Membuat Antrean League of Legends Jadi Lebih Lama?