Perjalanan Alter Ego menuju panggung Grand Final M7 World Championship merupakan sebuah pembuktian bahwa mentalitas “underdog” bisa menjadi senjata yang mematikan. Kekuatan utama mereka dalam menghadapi partai puncak ini terletak pada fleksibilitas drafting yang sangat sulit ditebak oleh lawan.
Tim pelatih Alter Ego berhasil menciptakan sistem di mana setiap pemain memiliki hero pool yang luas, memungkinkan mereka untuk selalu memberikan kejutan di fase pick and ban. Keberanian untuk melepas hero meta demi mendapatkan komposisi yang lebih sinergis membuat Alter Ego selalu memiliki “Surprise Factor” yang mampu mengacaukan rencana matang dari tim sekelas Aurora PH.

Selain faktor strategi, identitas permainan Alter Ego yang sangat agresif di fase early game menjadi modal penting untuk merusak dominasi tim Filipina. Berbeda dengan lawan mereka yang cenderung bermain aman dan sangat terfokus pada objektif, Alter Ego lebih memilih untuk memberikan tekanan konstan sejak menit pertama.
Koordinasi antara lini tengah dan jungle mereka dalam melakukan invasi sering kali membuat lawan kehilangan ritme permainan. Jika agresivitas ini dilakukan secara terukur tanpa melakukan kesalahan konyol, Alter Ego memiliki kemampuan snowballing yang sangat cepat, memaksa lawan untuk bertahan di dalam area pertahanan mereka sendiri tanpa ruang untuk berkembang.
Kekuatan yang tidak boleh diremehkan dari Alter Ego adalah ketahanan mental yang sudah teruji melalui jalur Lower Bracket. Bermain dalam pertandingan hidup-mati berulang kali telah mengasah ketenangan para pemain dalam menghadapi situasi kritis, seperti saat tertinggal poin eliminasi atau defisit gold.
Kemampuan mereka untuk tetap fokus dan melakukan eksekusi teamfight yang rapi di area Lord sering kali menjadi kunci pembalik keadaan. Ketajaman mekanik individu yang dipadukan dengan komunikasi yang solid saat perang besar membuat Alter Ego menjadi salah satu tim dengan eksekusi setup terbaik di turnamen ini.

Sebagai penutup, kunci kemenangan Alter Ego di Grand Final nanti akan sangat bergantung pada konsistensi mereka dalam menjaga tempo permainan selama format Best of 7 (Bo7). Menghadapi tim dengan disiplin tinggi seperti Aurora PH, Alter Ego harus mampu menyeimbangkan antara insting menyerang mereka dengan kedisiplinan dalam mengamankan objektif besar.
Jika mereka mampu memaksakan gaya main yang cepat dan tidak terjebak dalam pola permainan lambat yang diinginkan lawan, maka besar kemungkinan trofi M7 akan kembali ke pelukan Indonesia. Ini adalah saatnya bagi Alter Ego untuk membuktikan bahwa sejarah baru bisa tercipta lewat kerja keras dan keberanian untuk tampil beda di panggung dunia.