Dunia kompetitif Dota 2 kembali diguncang oleh kabar besar. Salah satu pemain paling ikonik dalam sejarah, Syed “SumaiL” Hassan, resmi mengumumkan perpisahannya dengan Nigma Galaxy. Keputusan ini menandai berakhirnya sebuah eksperimen “Dream Team” yang awalnya diharapkan mampu mengembalikan kejayaan tim pimpinan KuroKy tersebut ke kasta tertinggi turnamen internasional.
Sejak pertama kali bergabung, kehadiran SumaiL di Nigma Galaxy membawa angin segar dan harapan besar bagi para penggemar. Sebagai pemain yang pernah memenangkan The International di usia yang sangat muda, kemampuan mekanik SumaiL di midlane dianggap sebagai kepingan puzzle yang hilang untuk melengkapi pengalaman veteran seperti KuroKy, MinD_ContRoL, dan GH.

Namun, realita di lapangan ternyata berbicara lain. Meskipun SumaiL sering kali menunjukkan performa individu yang luar biasa dan “menggendong” tim dalam banyak pertandingan, Nigma Galaxy tetap kesulitan menemukan konsistensi. Mereka sering kali gagal lolos dari kualifikasi regional yang ketat dan absen di berbagai turnamen Major. Ketidakmampuan tim untuk sinkron secara strategi membuat potensi besar SumaiL seolah terbuang sia-sia di tengah hasil yang mengecewakan.
Dengan statusnya yang kini menjadi free agent, SumaiL dipastikan akan menjadi komoditi paling panas di pasar transfer pemain. Meskipun performa timnya menurun, nilai jual SumaiL sebagai pemain bintang tetap sangat tinggi. Pertanyaan besarnya sekarang adalah: Ke mana ia akan berlabuh?

Banyak yang berspekulasi apakah ia akan kembali ke region Amerika Utara (NA) untuk membela tim-tim besar di sana, atau tetap bertahan di Eropa yang persaingannya jauh lebih kompetitif. Yang jelas, tim manapun yang mendapatkan jasa SumaiL akan memiliki keuntungan besar dari segi pengalaman dan daya gedor di lini tengah. Sementara itu, bagi Nigma Galaxy, kepergian SumaiL berarti mereka harus kembali ke papan tulis untuk merombak strategi dan mencari pengganti yang mampu mengangkat tim dari keterpurukan.