Esports World Cup (EWC) 2026 kembali mengukuhkan posisinya sebagai turnamen dengan struktur hadiah terbesar dalam sejarah esports, yakni mencapai total $75 juta USD. Dari angka fantastis tersebut, Riot Games memegang peranan krusial melalui tiga judul unggulannya yang menyumbang porsi hadiah signifikan bagi para atletnya.
League of Legends, sebagai salah satu pilar utama esports dunia, hadir dengan total hadiah sebesar $2.000.000 USD dan diikuti oleh 16 tim elit global. Turnamen ini menjadi sangat prestisius karena menjadi panggung pertemuan langka antara tim-tim terbaik dari liga besar seperti LCK dan LPL di luar sirkuit resmi Riot, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.
Setara dengan saudaranya, VALORANT juga mengalokasikan total prize pool sebesar $2.000.000 USD. Mengingat ekosistem VCT yang sangat kompetitif, kehadiran VALORANT di EWC 2026 memberikan kesempatan bagi 16 tim undangan untuk membuktikan dominasi mereka di panggung internasional Arab Saudi pada minggu pertama kompetisi.

Sementara itu, bagi pecinta genre strategi, Teamfight Tactics turut melengkapi jajaran game Riot dengan total hadiah sebesar $500.000 USD. Meskipun nominalnya lebih kecil dibandingkan dua judul lainnya, angka ini tetap merupakan salah satu hadiah terbesar untuk skena kompetitif auto-battler global, yang pertandingannya akan difokuskan pada minggu ketiga turnamen.
Di luar hadiah langsung per kategori game, partisipasi dalam judul-judul Riot Games ini memiliki nilai strategis yang lebih besar bagi organisasi esports melalui sistem Club Championship. EWC 2026 menyediakan dana sebesar $30 juta USD yang akan dibagikan kepada klub-klub dengan performa lintas game terbaik.

Artinya, sebuah organisasi yang berhasil meraih prestasi tinggi di League of Legends dan VALORANT sekaligus akan mendapatkan poin akumulatif yang besar, sehingga mereka berpeluang membawa pulang bonus tambahan jutaan dolar sebagai klub terbaik dunia. Hal ini mendorong persaingan yang tidak hanya antar pemain secara individu, tetapi juga persaingan antar organisasi besar dalam mendominasi seluruh ekosistem game milik Riot Games.