Bursa transfer esports tanah air kembali dikejutkan dengan keputusan drastis dari manajemen Robot Merah. Bigetron kemarin secara resmi mengumumkan perpisahan dengan dua talenta muda mereka, Egatzy dan Dexy, yang menyusul langkah sang wonderkid fenomenal, Super Kenn, untuk keluar dari gerbang tim.
Rentetan kepergian pemain ini menjadi sinyal kuat bahwa Bigetron sedang melakukan rebuilding besar-besaran, tidak hanya di level tim utama, tetapi hingga ke akar rumput mereka. Keputusan ini tergolong sangat berani, mengingat ketiga pemain tersebut sebelumnya diproyeksikan sebagai pilar jangka panjang bagi organisasi.
Menelisik latar belakang mereka, kehilangan terbesar tentu ada pada sosok Super Kenn, sang Jungler utama dengan mekanik “jari petir” yang kini sudah resmi berlabuh di RRQ untuk memperkuat sang rival abadi. Namun, dilepasnya Egatzy dan Dexy juga memberikan tanda tanya besar, mengingat keduanya adalah jebolan berbakat dari Bigetron Academy.
Selama di akademi, Egatzy dikenal sebagai EXP Laner masa depan yang tangguh dengan spesialisasi hero badan, sementara Dexy merupakan pemain utilitas serba bisa yang memiliki pembacaan map tajam. Sebagai pemain yang ditempa langsung di kawah candradimuka Bigetron, kepergian duo akademi ini menunjukkan bahwa manajemen mungkin sedang menyiapkan arah baru dalam mencari dan membina bakat-bakat muda mereka.
Kini, fokus komunitas tertuju pada bagaimana Bigetron akan menambal lubang besar yang ditinggalkan oleh ketiga pemain tersebut. Kepergian Super Kenn ke RRQ telah menciptakan guncangan di bursa transfer, sementara status free agent yang kini disandang Egatzy dan Dexy memicu spekulasi apakah mereka akan segera dipinang tim besar lain untuk promosi ke liga utama
Yang pasti, pergerakan ini menandakan bahwa Bigetron sedang menyiapkan kejutan besar dan penyegaran total untuk kembali merebut tahta kejayaan di skena kompetitif Mobile Legends tahun 2026.