Dunia kompetitif memang keras, tapi bukan berarti kita bisa mewajarkan perilaku yang melewati batas. Baru-baru ini, organisasi esports legendaris, Fnatic, memutuskan untuk “pasang badan” dan mengambil langkah hukum tegas demi melindungi para pemainnya dari serangan netizen yang sudah dianggap keterlaluan.
Dilansir dari Dot Esports, langkah ini diambil setelah beberapa pemain mereka menerima ancaman kekerasan hingga ancaman pembunuhan di media sosial, sebuah fenomena gelap yang sering kali dianggap sepele namun berdampak besar pada kesehatan mental para atlet.
— FNATIC (@FNATIC) February 19, 2026
Fnatic menegaskan bahwa mereka menerapkan kebijakan zero tolerance bagi siapa pun yang melontarkan pelecehan atau ancaman. Organisasi asal Eropa ini tidak ragu untuk menyeret para pelaku ke jalur hukum jika ditemukan unsur kejahatan yang serius.
Selain itu, mereka juga menjatuhkan hukuman sosial yang berat, yaitu pemblokiran permanen dari seluruh platform digital Fnatic—mulai dari media sosial hingga server Discord—serta larangan hadir di semua acara fisik (offline) mereka di masa depan. Bagi Fnatic, kritik terhadap performa pemain saat kalah adalah hal yang wajar dalam olahraga, namun serangan personal dan ancaman fisik adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun.
Langkah ini juga merespons kondisi internal tim di mana beberapa pemain, seperti Vladi dan Lospa dari divisi League of Legends, sampai harus menarik diri dari media sosial karena tekanan mental yang luar biasa. Fnatic ingin memastikan bahwa setiap talenta yang bernaung di bawah bendera mereka merasa aman, baik saat berada di atas panggung maupun dalam kehidupan pribadi mereka. Mereka ingin memisahkan mana yang disebut “kritik pedas” dan mana yang sudah masuk kategori “kejahatan siber”.

Langkah berani yang diambil oleh Fnatic ini diharapkan menjadi alarm keras bagi seluruh ekosistem esports di dunia. Ini adalah pengingat bahwa di balik layar monitor dan nama besar tim, ada manusia biasa yang berhak merasa aman dalam bekerja.
Sudah saatnya kita semua menyadari bahwa menjadi pendukung yang setia berarti tahu cara memberikan kritik yang membangun tanpa harus menghancurkan sisi kemanusiaan orang lain. Mari kita bangun skena esports yang lebih sehat dan bebas dari racun toksisitas demi masa depan industri yang lebih baik.