Pemerintah Korea Selatan melalui Korea Post resmi mengumumkan akan menerbitkan prangko peringatan khusus sosok Faker pada Oktober 2026. Ini adalah pengakuan negara bahwa atlet esports adalah pahlawan budaya. Pertanyaannya, siapa atlet Indonesia yang pantas menyusul jejak Sang Raja?
Penetapan Faker sebagai model prangko nasional tidak sembarangan. Selain gelar juara dunia (Worlds) terbanyak, Faker adalah simbol loyalitas dan profesionalisme. Di Indonesia, kita punya deretan nama yang secara prestasi dan pengaruh sudah mencapai level “National Treasure” yang layak diabadikan dalam prangko resmi Merah Putih.

Jika Korea punya Faker, kita punya Lemon. Loyalitasnya yang tak tergoyahkan bersama RRQ serta dominasinya di skena Mobile Legends selama bertahun-tahun menjadikannya wajah esports Indonesia yang paling dikenal. Sosoknya yang dingin namun jenius adalah definisi dari dedikasi tinggi yang menginspirasi jutaan pemain muda.

Bicara soal sejarah, kita tak bisa melupakan Zuxxy dan Luxxy. Duo kembar ini adalah orang Indonesia pertama yang membawa pulang trofi juara dunia PUBG Mobile ke tanah air (PMCO 2019). Keberhasilan mereka adalah titik balik di mana dunia mulai segan dengan kekuatan atlet esports asal Indonesia di platform mobile.

Di ranah FPS, nama BnTeT dan f0rsakeN adalah bukti bahwa talenta lokal bisa bersaing di tim internasional kasta tertinggi. Dari Counter-Strike hingga VALORANT, konsistensi mereka di turnamen kasta tertinggi dunia (VCT/Major) membawa nama Indonesia bergema di arena-arena besar dari Berlin hingga Los Angeles.

“Mama, aku masuk TI!” Kalimat legendaris dari Xepher adalah momen emosional yang menyatukan seluruh komunitas esports Indonesia. Bersama Whitemon, mereka menjadi orang Indonesia pertama yang menembus panggung The International Dota 2. Perjuangan mereka menembus batas mustahil sangat layak mendapatkan apresiasi tertinggi dari negara.
Langkah Korea Selatan menjadikan Faker ikon prangko adalah bukti bahwa esports bukan lagi sekadar “main game”, melainkan industri kreatif yang membanggakan negara. Dengan segudang prestasi atlet kita, sudah saatnya pemerintah Indonesia memberikan ruang serupa bagi para pahlawan digital yang telah mengibarkan Merah Putih di puncak dunia.
Dari deretan legenda di atas, masing-masing telah memberikan tinta emas bagi sejarah esports kita. Penghormatan lewat prangko akan menjadi simbol bahwa perjuangan mereka diakui secara resmi oleh negara. Menurut kalian, siapa atlet Indonesia yang paling layak mendapatkan “Prangko Edisi Spesial” pertama kali? Tulis nama jagoanmu di kolom komentar!