MPL ID Season 17 pekan kedua menjadi periode yang sangat berat bagi RRQ Hoshi. Setelah menjalani beberapa pertandingan krusial, tim yang biasanya mendominasi papan atas ini justru harus tertahan di posisi terbawah. Hasil ini memicu diskusi hangat di kalangan komunitas mengenai formula permainan yang belum juga ditemukan oleh jajaran pelatih dan pemain.
Puncak kesulitan RRQ Hoshi terlihat saat mereka berhadapan dengan Team Liquid ID pada hari ketiga pekan kedua. Dalam laga tersebut, RRQ Hoshi harus mengakui keunggulan lawan dengan skor telak 0-2. Kekalahan ini memperpanjang tren negatif mereka yang belum berhasil mengamankan satu pun kemenangan match sejak liga dimulai.

Secara teknis, RRQ Hoshi tampak masih kesulitan dalam menjaga ritme permainan, terutama saat memasuki fase mid game. Statistik menunjukkan selisih networth dan kontrol objektif yang cukup jauh saat berhadapan dengan tim-tim papan atas. Agresivitas yang biasanya menjadi ciri khas Sang Raja seolah teredam oleh disiplin makro dari lawan-lawannya.
Berada di posisi juru kunci (peringkat ke-9) memberikan tekanan besar bagi RRQ Hoshi. Berdasarkan format kompetisi, hanya enam tim teratas yang berhak melaju ke babak Playoff. Jika tidak segera melakukan perombakan strategi atau evaluasi mendalam, risiko gagal lolos ke babak selanjutnya seperti musim sebelumnya bisa saja terulang kembali.
Meskipun situasi saat ini terlihat sulit, perjalanan di Regular Season masih cukup panjang untuk melakukan pengejaran poin. Komunitas kini menantikan apakah RRQ Hoshi mampu melakukan reset mental dan teknis untuk bangkit di pekan ketiga. Konsistensi dan adaptasi cepat terhadap meta akan menjadi kunci utama jika mereka ingin keluar dari zona merah.