Trending News

Blog Post

Dota 2, Esports, Mobile Legends

Nafari Sebut Main Fanny Jauh Lebih Sulit Daripada Meepo 

Nafari Sebut Main Fanny Jauh Lebih Sulit Daripada Meepo

Perdebatan klasik mengenai perbandingan tingkat kesulitan mekanik hero antara game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) mobile dan PC kembali mencuat ke permukaan. Kali ini, topik panas tersebut memanas setelah mantan pemain profesional Dota, Nafari, dimintai pandangannya dalam sebuah sesi diskusi. Ia ditantang untuk menilai mana yang lebih sulit dimainkan antara hero ikonik Fanny dari Mobile Legends atau Meepo dari game Dota 2.

Sebagai sosok yang punya rekam jejak panjang di skena kompetitif Dota sebelum akhirnya merambah ke dunia MLBB, Nafari memiliki sudut pandang yang terbilang sangat tegas. Menurutnya, ada sebuah konsensus tidak tertulis yang kemungkinan besar akan disepakati oleh para pemain yang familier dengan kedua judul game tersebut. Pandangan ini cukup menarik perhatian karena biasanya komunitas PC cenderung menganggap game mobile memiliki mekanik yang lebih sederhana.

Namun, Nafari justru mematahkan stigma tersebut berdasarkan pengalaman langsung yang ia rasakan sendiri di lapangan. Ia meyakini bahwa mayoritas komunitas pemain Dota yang objektif dan pernah menjajal kedua hero tersebut secara mendalam akan memberikan kesimpulan yang serupa dengan dirinya. Menurutnya, kompleksitas yang ditawarkan oleh kedua karakter tersebut memiliki tingkat kesulitan yang sangat berbeda jauh ketika benar-benar dimainkan di level kompetitif.

“Itu pertanyaan lu tanya ke semua anak Dota, semua mantan player Dota, udah pasti jauh lebih susah Fanny daripada Meepo, ya. Semua anak Dota yang main Dota pasti lebih bilang susah Fanny kalau main dua-duanya,” ujar Nafari memberikan argumennya yang cukup berani. Pernyataan ini langsung memicu reaksi beragam dan diskusi teoretis yang panjang di antara basis penggemar fanatik kedua belah pihak di media sosial. Tapi apakah fakta di lapangan berkata demikian seperti Nafari?

Kendati demikian, pendapat yang dilontarkan oleh Nafari ini murni merupakan pandangan pribadi yang didasari atas perspektif dan pengalaman profesionalnya selama ini. Ia secara subjektif menilai bahwa kontrol mekanik mikro untuk menguasai tarikan kabel Fanny jauh lebih menantang secara eksekusi ketimbang membagi fokus makro (micro-management) milik Meepo. Kini, argumen tersebut menambah babak baru dalam rivalitas sehat mengenai tingkat kesulitan gameplay antarkomunitas MOBA.