Acting Head Coach T1, Lim Jae-hyeon, secara terbuka membedah penyebab utama kekalahan 1-3 timnya dari G2 Esports di Daejeon Convention Center. Selain faktor koordinasi permainan yang sering tidak sinkron, ia menyoroti masalah komunikasi tim yang sangat kurang, terutama di game penentu. Jadwal pertandingan yang sangat padat tanpa jeda sejak fase Play-In juga diakui sangat menguras stamina dan memengaruhi performa puncak para pemain.

Lim Jae-hyeon mengakui bahwa T1 sangat kesulitan meredam strategi draf G2 Esports yang gemar menyimpan pemilihan karakter koridor atas (top lane) di slot kelima untuk Broken Blade. T1 sebenarnya sudah mencoba membangun komposisi draf untuk mengamankan rasio kekuatan minimal 4 banding 6 di lini atas. Namun, rencana tersebut berantakan karena mereka kurang mengantisipasi pilihan kejutan (joker pick) berupa Kled yang dibawa oleh G2 Esports.
15 KILLS ON BROKENBLADE
— LoL Esports (@lolesports) July 8, 2026
13 KILLS ON PEYZ pic.twitter.com/8cU8qEOgVb
Pelatih T1 tersebut juga membeberkan runtuhnya draf beberapa game sebelumnya. Pada game pertama, Renekton sebenarnya masih bisa mengejar ketertinggalan, namun kesalahan fatal saat memeriksa objektif Voidgrub membuat koridor atas hancur total dalam pertempuran Yorick vs Cho’Gath. Sementara pada game ketiga, draf pertarungan antara Gnar vs Yasuo juga diakui berjalan di luar dari apa yang telah direncanakan oleh tim analis T1.
Di antara semua kekalahan, game keempat diakui sebagai momen yang paling meninggalkan penyesalan mendalam bagi sang pelatih. T1 sebenarnya memiliki banyak kesempatan emas untuk mengunci kemenangan dan melakukan pembalikan keadaan, namun momentum mereka justru berulang kali ditekan balik oleh G2 akibat aksi overextend. Di sisi lain, ia tetap memuji Peyz sebagai pemain cerdas dan berbakat yang mampu tampil luar biasa.

T1 tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi kekalahan awal yang di luar ekspektasi ini karena ajang bergengsi Esports World Cup 2026 sudah menanti di pekan depan. Lim Jae-hyeon tegaskan bahwa timnya akan langsung pulang untuk melakukan evaluasi total dengan meninjau ulang rekaman pertandingan serta fase pick-ban. T1 berjanji akan mempersiapkan mental dan taktik secara matang demi menyajikan performa yang jauh lebih baik di panggung EWC nanti.
Stay connected