Perjalanan bersejarah perwakilan tunggal Indonesia, REKONIX, di ajang Dota 2 Esports World Cup (EWC) 2026 akhirnya harus berakhir lebih cepat. Harapan tim bentukan Bos Emer untuk bangkit di paruh kedua fase grup runtuh setelah mereka kembali ditumbangkan oleh raksasa Eropa, Team Spirit, dengan skor telak. Kekalahan ini menjadi yang keempat secara beruntun bagi REKONIX di Grup C, sekaligus menutup peluang mereka secara matematis untuk bisa mengejar posisi empat besar. Bersama Team Nemesis, anak-anak asuh Coach Mind_Control dipastikan menjadi dua tim pertama yang harus angkat koper dan finis di dasar klasemen.
Unfortunately we have to say goodbye to the first four teams for Dota 2 at EWC26.
— EWC Extra (@EWC_Extra) July 10, 2026
GGs to L1 Team, @LevelUPggwp, @nmss_gg and @rekonixofficial 👏 pic.twitter.com/BIOhWM9rnc
Di kompetisi seketat EWC 2026, inkonsistensi memang menjadi hukuman yang sangat mahal bagi tim mana pun yang berlaga di panggung dunia. Meski sempat menunjukkan potensi, REKONIX gagal menjaga momentum berharga mereka saat harus berhadapan langsung dengan tim-tim elite papan atas global. Tersingkirnya REKONIX tentu menjadi hasil yang cukup mengecewakan mengingat besarnya ekspektasi komunitas yang mengiringi keberangkatan mereka ke Paris. Kendati demikian, pengalaman berharga tampil di turnamen Tier 1 ini tetap menjadi modal penting bagi manajemen untuk melakukan evaluasi skuad.
Sementara REKONIX harus bersiap pulang, atmosfer persaingan di papan atas Grup C justru semakin membara dengan dominasi dari tim-tim besar. Bagi Team Spirit, kemenangan mutlak yang mereka raih atas perwakilan Indonesia tersebut membuat mereka kini sukses mengoleksi rekor impresif 7-1. Tambahan poin penuh ini membuat sang mantan juara dunia tetap menjaga peluang besar untuk bisa merebut posisi puncak klasemen sementara. Hasil tersebut sekaligus menegaskan kesiapan mental para pemain Team Spirit untuk menghadapi laga penentuan yang jauh lebih berat.

Namun, tugas yang sangat berat kini sudah menanti Team Spirit pada pertandingan pamungkas mereka di babak fase grup ini. Mereka wajib mengalahkan sang pemuncak klasemen, PARIVISION, dengan hasil sempurna apabila ingin finis sebagai juara grup dan lolos langsung ke Playoffs. Jika mereka gagal menyapu bersih kemenangan di laga krusial tersebut, Team Spirit harus puas melanjutkan perjuangan melalui Survival Stage. Di sisi lain, PARIVISION sendiri baru saja mempertegas status terbaik mereka dengan kembali tampil sangat dominan di hari keempat.
PARIVISION sukses menumbangkan perlawanan tim MOUZ tanpa kehilangan satu game pun, membuat mereka menjadi satu-satunya tim dengan rekor sempurna di grup. Di bawah mereka, Vici Gaming dan MOUZ sama-sama menutup hari keempat dengan rekor seimbang 4-4, sekaligus mengunci posisi ketiga dan keempat. Dengan kepastian klasemen tersebut, VG dan MOUZ berhak melaju ke Survival Stage untuk memperebutkan tiket sisa. Kini, perhatian seluruh pencinta Dota 2 akan tertuju penuh pada duel perebutan takhta antara PARIVISION dan Team Spirit.
Bagi komunitas esports tanah air, kekalahan ini tentu menjadi bahan refleksi mendalam mengenai peta kekuatan Dota 2 Indonesia di kancah internasional. Meskipun harus pulang tanpa kemenangan, keberhasilan REKONIX menembus turnamen sekelas EWC dalam kurun waktu satu tahun sejak berdiri tetap merupakan pencapaian yang patut diapresiasi. Kini, fokus manajemen sepenuhnya beralih pada pembenahan internal dan persiapan strategi baru bersama Coach Mind_Control demi menyambut kompetisi-kompetisi besar yang akan datang.
Stay connected