Kabar gembira sekaligus heboh luar biasa datang bagi para pencinta taktik lawas dan komunitas veteran League of Legends di seluruh dunia.
Melalui panggung siaran langsung turnamen internasional Mid-Season Invitational (MSI) 2026, Executive Producer Riot Games, Paul “Pabro” Bellezza, secara resmi mengumumkan kehadiran proyek impian yang paling dinantikan, yaitu League of Legends Classic.

Mode permainan baru ini sengaja diciptakan untuk membawa para pemain umum pulang kembali ke salah satu era paling ikonik dan bersejarah yang membentuk fondasi kuat komunitas League of Legends global.
Menurut penjelasan resmi pihak manajemen di sela-sela turnamen Daejeon, proyek LoL Classic ini sebenarnya lahir langsung dari jeritan serta permintaan konsisten para komunitas pemain selama bertahun-tahun—termasuk kerinduan mereka pada peta lama seperti Twisted Treeline.

Gagasan nostalgia ini awalnya dikembangkan sebagai proyek uji coba internal dalam acara kompetisi internal staf Riot, yaitu Thunderdome Hackathon. Di sana, sekelompok developer berhasil membangun purwarupa berbasis ekosistem permainan lama yang rupanya dinilai sangat solid, hingga akhirnya disetujui untuk diproduksi secara penuh menjadi proyek resmi berskala besar.
Secara teknis, LoL Classic dirancang khusus untuk mereka ulang atmosfer kompetitif dan sensasi bermain dari era keemasan Season 3. Pihak Riot Games menegaskan bahwa fokus utama mereka bukanlah menyalin mentah-mentah data biner dari berkas patch usang masa lalu, melainkan membangun kembali lingkungan permainan yang mampu membangkitkan ingatan terbaik para pemain.

Ini berarti sistem-sistem lama yang sarat kenangan—seperti sistem rune dan masteries lama serta tampilan orisinal dari peta legendaris Summoner’s Rift—akan dihadirkan kembali dengan sedikit penyesuaian modern agar tetap nyaman dan seru untuk dimainkan di komputer masa kini.
Pada fase peluncuran perdananya, mode klasik ini dipastikan akan menyediakan total 60 champion yang bisa dimainkan secara langsung. Jumlah tersebut mencakup 40 roster orisinal yang pertama kali meramaikan perilisan game ini di tahun 2009 (seperti versi lama dari Ryze, Master Yi, Jax, hingga Sion pra-vanguard), ditambah 20 champion populer era setelahnya seperti Ahri, Lee Sin, Vayne, dan LeBlanc.

Seluruh champion ini akan kembali dibekali dengan kit kemampuan serta model skin dasar versi jadul mereka sebelum mendapatkan banyak perombakan mekanik. Namun uniknya, jika pemain memilih menggunakan skin modern teranyar, visual grafis dan model karakternya akan tetap mengikuti standardisasi kualitas visual terbaru.
Catat tanggalnya, mode League of Legends Classic ini dijadwalkan meluncur secara resmi ke publik pada tanggal 29 Juli 2026 mendatang, bersamaan dengan digulirkannya Patch 26.15.

Penggemar tidak perlu mengunduh aplikasi terpisah karena mode ini bisa langsung diakses secara instan lewat satu client LoL yang sama.
Guna memeriahkan hari peluncuran, Riot Games juga telah menyiapkan rangkaian pertandingan ekshibisi nostalgia dari wilayah kompetitif barat. Salah satu pertarungan yang paling diantisipasi adalah laga bertajuk “LCS CLASSIC: TSM vs CLG” yang akan disiarkan langsung pada tanggal 24 Juli 2026, sebagai hidangan pembuka yang manis sebelum para pemain umum turun langsung bernostalgia ke dalam arena Rift lama.
Yang Harus Kamu Ketahui Tentang League of Legends Classic
Stay connected