Antusiasme komunitas League of Legends terhadap rilisnya rework Shyvana harus dibarengi dengan penyesuaian cepat dari pihak pengembang. Hanya berselang satu hari setelah pembaruan tersebut meluncur di live server,
Riot Games resmi merilis hotfix nerf untuk menekan performa sang Half-Dragon yang dinilai terlalu dominan dan melampaui batas keseimbangan permainan.
Langkah cepat ini diambil setelah data menunjukkan lonjakan win rate yang signifikan di berbagai tingkatan rank. Mekanik baru yang diperkenalkan dalam rework tersebut ternyata memberikan keunggulan yang terlalu besar, terutama dalam hal damage output dan daya tahan saat berada dalam wujud Naga.
Shyvana’s rework came out strong (57% winrate). We expect her to only get stronger as players optimize so we put together a micro patch nerf. It should be live now. pic.twitter.com/1b7P4S0Olh
— August (@RiotAugust) March 18, 2026
Riot Games merasa perlu melakukan intervensi segera guna menjaga integritas kompetitif dan kenyamanan pemain di Summoner’s Rift.
Hotfix ini berfokus pada pengurangan beberapa angka dasar pada kemampuan utamanya yang dianggap menjadi sumber masalah. Meski demikian, Riot Games tetap berkomitmen untuk mempertahankan identitas baru Shyvana sebagai juggernaut yang mematikan, namun dengan parameter yang lebih adil bagi lawan.
Penyesuaian ini merupakan bagian dari proses pemantauan intensif yang dilakukan tim penyeimbang setiap kali ada perombakan besar pada seorang champion.
Kecepatan Riot dalam merespons situasi ini menunjukkan betapa krusialnya menjaga stabilitas meta, terutama di tengah musim kompetisi yang sedang berjalan.
Bagi para pengguna setia Shyvana, nerf ini mungkin terasa mengecewakan, namun hal ini dianggap perlu agar sang naga tidak menjadi karakter yang wajib di-ban dalam setiap pertandingan.