Riot Games resmi perkenalkan Corvin Locke, “The Ashen Exorcist,” sebagai champion terbaru yang siap tingkatkan intensitas permainan di Patch 26.13. Berasal dari garis keturunan okultis Demacia, Locke dikisahkan sebagai seorang ahli eksorsisme yang lihai melempar paku dan menguasai ritual terlarang demi menyingkap kegelapan di balik jiwa manusia. Mengisi peran sebagai AP assassin mid-lane, kehadiran Locke membawa atmosfer perburuan iblis yang kelam serta mekanik permainan bertempo cepat.

Kemampuan pasif Locke, Silver Stake, memberikan bonus magic damage on-hit yang terus meningkat seiring berkurangnya sisa HP musuh untuk menghabisi target sekarat. Kekuatan ini bersinergi dengan skill Q (Ritual Nails) yang melemparkan Soul Nails ke depan untuk memberi magic damage dan menandai musuh. Tanda tersebut memberikan efek slow berdasarkan jumlah stack, dan meledak menghasilkan damage tambahan jika Locke menyerang kembali musuh bertanda.
Melalui skill W (Soul Ignition), Locke mengorbankan persentase HP miliknya setiap detik sebagai true damage demi mendapatkan bonus movement speed yang tinggi. Kendati berbahaya, seluruh damage yang ia terima selama skill ini aktif akan dikonversi menjadi gray health yang bisa dipulihkan secara instan melalui mekanisme recast. Pengelolaan kalkulasi nyawa yang mepet di tengah pertempuran ini menjadi penentu utama pemisah antara pemain Locke amatir dan profesional.
Mobilitas taktis Locke disokong penuh oleh skill E (Ashen Pursuit) yang memungkinkannya melakukan blink instan ke lokasi target sembari melepas magic damage area. Setelah blink berhasil dieksekusi, serangan berikutnya akan memaksa Locke meluncur (dash) menusuk target sekaligus melukai musuh lain di sepanjang jalur lintasannya. Efek luar biasa dari skill penyerang ini adalah cooldown-nya yang akan langsung ter-reset otomatis setiap kali Locke mengamankan takedown.
Skill ultimatenya, R (Purgatory), dilepas dengan menendang artefak pengikat yang menembakkan rantai Soul Nails berantai ke seluruh musuh di dalam area lingkaran luas. Musuh yang ditandai dan memiliki HP di bawah ambang batas tertentu akan langsung ditarik paksa ke tengah lingkaran dan dieksekusi mati. Jika eksekusi sukses, durasi ikatan rantai untuk musuh lain akan ter-reset, dan Locke dapat meningkatkan batas ambang eksekusi miliknya secara permanen sepanjang laga.
Dalam pertempuran, Locke sangat diunggulkan untuk duel satu lawan satu berkat kombo rotasi skill Q dan E, serta eksekusi ultimate di akhir laga demi memicu efek reset berantai. Namun, karena ia tidak memiliki efek crowd control keras selain slow, Locke sangat rentan dan mudah diredam oleh draf musuh yang kaya akan stun atau suppress. Jika salah mengalkulasi durasi cooldown skill E atau pengurangan darah dari skill W, Locke akan menjadi sasaran empuk yang mudah dijatuhkan.