Trending News

Blog Post

Dyrachyo Sebut Dirinya Pemain Alche Legendaris
Dota 2, Esports

Dyrachyo Sebut Dirinya Pemain Alche Legendaris 

Mantan carry Gaimin Gladiators, Anton “dyrachyo” Shkredov, baru-baru ini memicu perbincangan hangat di komunitas Dota 2 lewat pernyataan beraninya saat melakukan live streaming di Twitch. Pemain asal Rusia ini secara terbuka mengklaim bahwa dirinya adalah salah satu pemain Alchemist terbaik dan paling legendaris yang pernah ada dalam sejarah skena kompetitif Dota 2.

Klaim dyrachyo bukan main-main. Gak tanggung-tanggung coeg, menurut pandangannya, di sepanjang sejarah Dota 2, hanya ada dua nama besar dari era klasik yang level permainan Alchemist-nya bisa disandingkan atau bahkan bersaing ketat dengan dirinya. Dua nama tersebut adalah sang juara TI1 Alexander “XBOCT” Dashkevich dan legenda asal Swedia Jonathan “Loda” Berg.

Meskipun menaruh hormat pada nama-nama besar di masa lalu, dyrachyo tetap merasa dirinya memiliki kelebihan tersendiri. Ia dengan percaya diri menyatakan bahwa dalam beberapa aspek makro dan mekanik tertentu, gaya bermain Alchemist miliknya justru telah melampaui apa yang pernah ditunjukkan oleh para carry legendaris zaman dulu tersebut di masa kejayaan mereka.

Rasa percaya diri dyrachyo ini sebenarnya bukan tanpa dasar. Selama memperkuat Gaimin Gladiators dan mendominasi berbagai turnamen Major, Alchemist miliknya memang sering kali menjadi momok menakutkan yang memaksa tim lawan untuk melakukan respect ban. Farming speed yang efisien dan momentum timing yang tepat menjadi ciri khas permainannya.

Pernyataan ini langsung membelah opini publik. Sebagian penggemar setuju mengingat performa gilanya saat mendominasi turnamen beberapa musim lalu, namun sebagian lainnya menilai klaim tersebut terlalu berlebihan karena masih ada nama modern lain seperti Ame atau Miracle- yang juga terkenal sangat mengerikan saat menggunakan hero penghasil gold tersebut.

Pada akhirnya, klaim dyrachyo ini kembali memicu debat klasik tentang siapa pengguna Alchemist terbaik sepanjang masa. Apakah gelar tersebut memang layak disematkan kepada dyrachyo berkat dominasi modernnya, ataukah takhta itu tetap milik para pionir era dulu? Satu hal yang pasti, kepercayaan diri yang tinggi memang selalu menjadi identitas dari seorang carry papan atas.

Related posts

Leave a Reply

Required fields are marked *