Menjelang perayaan 13 tahun debut profesionalnya, Lee “Faker” Sang-hyeok kembali membuktikan mengapa ia tetap berada di puncak. Di usia karier yang bagi banyak pemain adalah masa pensiun, Faker justru menunjukkan bahwa api kompetisinya masih menyala terang.
Dalam wawancara terbaru, Faker mengungkapkan bahwa dorongan utamanya bukanlah tumpukan trofi, melainkan keinginan untuk terus memperbaiki diri. “Bisa melihat diri saya berkembang setiap harinya adalah motivasi terbesar saya untuk tetap melangkah maju,” ungkap sang legenda.
Faker menekankan bahwa fokusnya kini telah bergeser. Alih-alih hanya mengejar hasil akhir, ia lebih menghargai proses pembelajaran di setiap pertandingan. Baginya, setiap kekalahan adalah pelajaran dan setiap kemenangan adalah validasi dari kerja keras yang konsisten.

Selama 13 tahun, Faker telah menetapkan standar yang hampir mustahil dikejar. Kedisiplinan, kerendahhatian, dan kemampuannya beradaptasi dengan perubahan meta menjadikannya cetak biru (blueprint) bagi setiap atlet esports yang ingin memiliki karier panjang.
Bagi Faker, perjalanan ini belum berakhir. Dengan dukungan jutaan penggemar dan ambisi yang tak pernah padam, ia siap menyambut tahun-tahun berikutnya di Rift. Baginya, angka 13 hanyalah sebuah awal dari babak baru perjalanannya yang legendaris.
13 tahun adalah waktu yang sangat lama dalam dunia esports. Dari debutnya yang legendaris hingga kemenangan Worlds terbarunya, momen Faker mana yang paling berkesan bagi kalian?