Lee Sang-hyeok, yang dikenal secara global dengan nama Faker, telah mencetak sejarah dengan menjadi atlet esports pertama yang menerima penghargaan olahraga tertinggi dari pemerintah Korea Selatan, yaitu Cheongryong Medal (Blue Dragon Medal).
Penghargaan ini merupakan kelas tertinggi dalam Order of Sport Merit yang diberikan kepada individu yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan olahraga nasional dan meningkatkan martabat negara melalui prestasi olahraga.

Beberapa poin penting dari pencapaiannya meliputi:
- Dominasi Dunia: Faker memimpin timnya, T1, meraih gelar juara dunia (Worlds) untuk kelima kalinya pada akhir tahun 2024, sebuah rekor yang belum tertandingi dalam sejarah League of Legends.
- Pengakuan Nasional: Penerimaan medali ini menandakan pergeseran besar dalam cara pemerintah Korea Selatan memandang esports—dari sekadar hiburan digital menjadi cabang olahraga resmi yang prestisius, setara dengan atlet Olimpiade tradisional.
- Ikon Global: Selain prestasinya di dalam game, Faker diakui atas sportivitas, umur panjang kariernya yang luar biasa, dan pengaruh positifnya sebagai panutan bagi generasi muda di seluruh dunia.
Sebelum Faker, medali Cheongryong ini biasanya diberikan kepada legenda olahraga seperti pemain sepak bola Son Heung-min, pemain golf Park Se-ri, dan atlet seluncur indah Kim Yuna. Masuknya nama Lee Sang-hyeok ke dalam daftar ini mengukuhkan statusnya sebagai “pahlawan nasional” di Korea Selatan.
Langkah ini dipandang sebagai tonggak sejarah (milestone) bagi industri esports global, menunjukkan bahwa batas antara olahraga fisik dan kompetisi digital semakin memudar di negara yang memelopori budaya pro-gaming tersebut.
Faker Menjadi Atlet Esports Pertama yang Menerima Penghargaan Olahraga Tertinggi di Korea