Penyelenggara Esports World Cup (EWC) secara resmi telah mengumumkan detail format serta pembagian slot untuk cabang League of Legends pada edisi 2026 mendatang. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 19 Juli di Riyadh ini akan menampilkan peningkatan jumlah peserta menjadi 16 tim, dua kali lipat lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan total hadiah yang tetap kompetitif di angka US$2 juta, EWC 2026 diprediksi akan menjadi salah satu turnamen tengah tahun yang paling dinantikan, mengingat adanya pergeseran format yang lebih komprehensif untuk menentukan tim terbaik di dunia.
When the Rift calls, legends answer.
— EWC Extra (@EWC_Extra) February 19, 2026
League of Legends returns this summer at EWC 2026 ✨ pic.twitter.com/TUeQNVd8Mi
Struktur turnamen tahun ini akan dimulai dengan fase grup menggunakan format GSL. Sebanyak 16 tim akan dibagi ke dalam empat grup, di mana masing-masing grup berisi empat tim. Pertandingan pembuka akan menggunakan sistem Best-of-One (Bo1), sementara pertandingan eliminasi akan dimainkan dalam format Best-of-Three (Bo3). Tim hanya perlu meraih dua kemenangan untuk melaju ke babak selanjutnya, sedangkan dua kekalahan berarti eliminasi.
Dua tim terbaik dari setiap grup akan melangkah ke babak playoff dengan sistem eliminasi tunggal (single-elimination), di mana seluruh pertandingan menggunakan format Bo3, kecuali partai final yang akan menggunakan format Best-of-Five (Bo5). Selain gelar juara, pemenang turnamen ini juga akan mendapatkan tiket otomatis menuju EWC 2027.

Mengenai alokasi peserta, Gen.G menjadi satu-satunya tim yang sudah memastikan diri lolos sebagai juara bertahan edisi 2025. Sisa 15 slot lainnya akan diisi melalui beberapa jalur kualifikasi. Juara musim semi (Spring Split) dari enam wilayah utama dipastikan akan menerima undangan langsung.
Sementara itu, enam slot tambahan akan diperebutkan melalui kualifikasi daring (online qualifiers), dengan wilayah Korea (LCK), China (LPL), dan EMEA (LEC) masing-masing mendapatkan dua kuota tambahan dari jalur ini. Dengan pembagian ini, Korea Selatan akan menjadi wilayah dengan representasi terbanyak, yaitu total empat tim, disusul oleh China dan Eropa dengan masing-masing tiga tim.
Meskipun detail kualifikasi sudah diumumkan, masih terdapat pertanyaan mengenai apakah tim dari kasta kedua seperti ERL (European Regional Leagues) atau wilayah seperti PCS dan VCS akan diperbolehkan berpartisipasi dalam kualifikasi daring tersebut.
Jika berkaca pada turnamen VALORANT tahun lalu, hanya tim dari liga utama (Tier 1) yang diizinkan bertanding, namun tidak menutup kemungkinan adanya kejutan regulasi untuk edisi kali ini. Kehadiran format kualifikasi yang lebih luas ini menunjukkan ambisi EWC untuk memberikan panggung yang lebih inklusif bagi berbagai organisasi esports dari seluruh penjuru dunia.