Panggung kompetitif Eropa kembali menjadi saksi betapa tingginya standar yang ditetapkan oleh sang raja benua, G2 Esports. Dalam laga Upper Bracket Final LEC Versus 2026, G2 Esports menunjukkan kelasnya dengan menyapu bersih Movistar KOI (MKOI) dengan skor telak 3-0.
Kemenangan ini tidak hanya memastikan posisi Caps dan kawan-kawan di babak Grand Final yang akan digelar di Barcelona, tetapi juga mengirimkan pesan peringatan kepada seluruh tim di wilayah LEC bahwa takhta Eropa masih sangat sulit untuk diguncang. Meskipun pertandingan ini menggunakan format Fearless Draft—sebuah sistem yang memaksa tim untuk mengganti champion di setiap game—G2 justru tampil semakin kreatif dan tak terbendung.
10 finals in a row 🔒
— LEC (@LEC) February 23, 2026
Your first #LEC Versus finalists: @G2League pic.twitter.com/gIWSk2OjEh
Pertandingan dibuka dengan tensi tinggi di Game 1. Movistar KOI sebenarnya sempat memberikan secercah harapan bagi para penggemarnya setelah berhasil mengamankan fase early game yang cukup solid. Mengandalkan sinergi draft yang lebih nyaman, MKOI sempat unggul dalam jumlah objektif naga. Namun, G2 Esports menunjukkan mengapa mereka disebut sebagai master macro play.
Dengan ketenangan luar biasa, G2 menghindari pertarungan yang tidak perlu dan menunggu MKOI melakukan kesalahan posisi. Momen krusial terjadi saat perebutan Baron, di mana koordinasi teamfight G2 yang rapi berhasil membalikkan keadaan. Seri pertama ditutup dengan kemenangan bersih bagi G2 setelah mereka meratakan markas MKOI tanpa kehilangan satu pun personel dalam war terakhir.
Memasuki Game 2, G2 Esports tidak lagi memberikan ruang bagi MKOI untuk bernapas. Jika pada game sebelumnya mereka bermain lebih reaktif, kali ini G2 mengambil inisiatif serangan sejak menit ke-5. Penggunaan Jarvan IV yang sangat presisi menjadi kunci utama; setiap Cataclysm yang dikeluarkan seolah menjadi lonceng kematian bagi lini belakang MKOI.
Dominasi ini tercermin dari penguasaan objektif yang sempurna, di mana G2 menyapu bersih seluruh naga dan turret luar lawan. MKOI yang mencoba membalas lewat serangan balik justru berkali-kali terperangkap dalam jebakan visi yang dipasang oleh G2. Skor 2-0 pun tercipta dengan durasi pertandingan yang relatif singkat, meninggalkan MKOI dalam tekanan mental yang besar.
Pada Game 3, Movistar KOI mencoba melakukan perjudian terakhir dengan bermain lebih berisiko. Strategi ini sempat membuahkan hasil di mana mereka memimpin keunggulan 2.000 gold di awal laga. Namun, penyakit lama MKOI kembali kambuh: inkonsistensi dalam momen krusial
Satu kesalahan kecil dalam komunikasi saat perebutan naga membuat empat pemain MKOI tumbang seketika di tangan Caps yang tampil menggila. Setelah momen tersebut, G2 melakukan snowballing yang sangat disiplin, menutup jalur farming lawan, dan mengakhiri seri dengan kemenangan mutlak 3-0.

Dengan hasil ini, G2 Esports resmi menjadi tim pertama yang mengamankan tempat di Grand Final Barcelona dan berada di ambang kualifikasi menuju ajang internasional First Stand 2026. Sementara itu, Movistar KOI harus turun ke babak Lower Bracket Final.
Di sana, mereka akan menunggu pemenang dari duel panas antara Karmine Corp vs GIANTX. Harapan MKOI untuk melakukan rematch melawan G2 masih ada, namun mereka harus terlebih dahulu melewati hadangan “Blue Wall” atau sang raksasa Spanyol lainnya untuk membuktikan bahwa mereka layak mendapatkan kesempatan kedua di panggung final nanti.
G2 Esports Lumat Movistar KOI 3-0 dan Amankan Tiket Grand Final LEC Versus 2026