Tensi pasca-turnamen internasional Mid-Season Invitational (MSI) 2026 rupanya masih jauh dari kata usai bagi T1. Kegagalan bersejarah Faker dan kawan-kawan yang untuk pertama kalinya finis di luar posisi empat besar setelah ditumbangkan oleh G2 Esports langsung memicu gelombang protes keras. Tak butuh waktu lama, sebuah truk protes digital terlihat terparkir tepat di depan halaman gedung markas besar T1 di Seoul sebagai bentuk kekecewaan fans.

Aksi demo pakai truk berlayar LED ini secara spesifik menargetkan sang top laner, Choi “Doran” Hyeon-joon. Melalui pesan teks digital yang berkedip secara konstan, sekelompok fansmenyuarakan tuntutan ekstrem agar manajemen segera memecat sang pemain. Layar tersebut menuliskan kalimat tegas: “Doran, yang secara konsisten kalah kelas oleh top laner lawan di MSI, harus dipecat! Tidak ada perpanjangan kontrak!! DORAN OUT!”
Ini menjadi kiriman truk protes kedua yang diterima pihak manajemen T1 dalam waktu berdekatan. Di hari sebelumnya, kelompok fans yang kecewa juga telah mengirimkan armada truk serupa ke markas tim. Namun, target utama dari aksi protes pertama tersebut berfokus pada tuntutan perombakan dan pemecatan di jajaran staf kepelatihan T1 yang dinilai kurang optimal dalam meracik strategi draf sepanjang turnamen.

Fenomena ini langsung memicu debat panas di forum global, di mana mayoritas komunitas menilai tindakan sebagian fans T1 sudah sangat keterlaluan. Banyak netizen luar negeri berkomentar bahwa karakteristik fans T1 kini sudah menyerupai fanatisme ekstrem dunia K-Pop. Mereka dianggap menetapkan standar ekspektasi yang tidak realistis karena menuntut kesempurnaan mutlak, padahal T1 baru saja menjuarai Worlds tiga tahun berturut-turut.
UPDATE: Ternyata gak hanya Doran, Oner pun kena protes.

Semburan kritik publik dan tekanan mental di luar lapangan ini tentu jadi ujian psikologis yang sangat berat bagi Doran maupun keharmonisan internal skuad T1. Manajemen kini harus bergerak cepat menstabilkan kondisi mental para pemain agar tidak semakin merosot. Pasalnya, T1 tidak punya waktu lama untuk pulihkan diri karena mereka harus segera terbang bersiap menghadapi EWC 2026 yang akan bergulir dalam hitungan hari.
Stay connected