Trending News

Blog Post

Esports, Featured, Mobile Legends, MPL

Kalahkan ONIC, Bigetron Juara MPL ID Season 17 

Kalahkan ONIC, Bigetron Juara MPL ID Season 17

Panggung tertinggi kompetisi esports Mobile Legends Indonesia akhirnya melahirkan sejarah baru yang luar biasa megah. Setelah melewati masa penantian panjang selama lima tahun yang penuh dengan rintangan dan pasang surut performa, skuad Robot Merah resmi mengakhiri dahaga gelar mereka dengan menasbihkan diri sebagai raja diraja baru. Keluar sebagai juara MPL ID Season 17, Bigetron sukses menyajikan performa berkelas dunia untuk menumbangkan sang petahana, ONIC, di laga puncak.

Bertanding di bawah riuh gemuruh atmosfer Velodrome yang terkenal memiliki daya magis bagi sang lawan, Bigetron buktikan bahwa mentalitas juara mereka telah matang sempurna. Mereka gak hanya berhasil patahkan kutukan panjang di fase gugur yang selama ini bayangi perjalanan tim, tetapi juga runtuhkan dominasi absolut landak kuning. Dalam duel penentu berformat Bo7 ini, Nnael dan kawan-kawan tampil sangat disiplin hingga berhasil mengunci kemenangan telak dengan skor akhir 4-1.

Sejak game pertama, Bigetron langsung mengambil inisiatif serangan agresif untuk merusak kenyamanan strategi makro milik ONIC. Keberhasilan Robot Merah amankan first blood di menit-menit awal terbukti menjadi petaka bagi sang Raja Langit yang langsung kehilangan ritme dan tempo permainan mereka. Kombinasi serangan menusuk dari duet maut Nnael dan Shogun secara konsisten mengancam area jungle ONIC, hingga akhirnya game pembuka ini sukses ditutup manis oleh Bigetron.

Masuk game kedua, Bigetron tidak kendorkan serangan sedikit pun dan kembali mendikte tempo permainan di early game lewat raihan objektif Turtle dan first blood. Skuad landak kuning sebenarnya sempat berikan perlawanan balik yang lebih rapi untuk buka peluang balikkan keadaan. Namun, kedewasaan bermain Bigetron di late game jadi pembeda yang sangat nyata, di mana mereka dengan cerdik memecah fokus pertahanan ONIC sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Situasi semakin kritis bagi ONIC di game ketiga yang maksa Kairi dkk bermain lebih berhati-hati demi menjaga asa. Harapan sempat muncul saat sang juara bertahan berhasil gamankan dua Turtle dan perlahan-lahan mulai menekan garis pertahanan Robot Merah. Sayangnya, duel besar yang pecah di area Lord pada menit ke-11 justru menjadi titik balik bagi kedua tim; ONIC kalah telak dari segi damage yang bikin para pemainnya tumbang satu per satu, sehingga skor semakin melebar menjadi 3-0.

ONIC baru bisa bernapas lega dan tunjukkin taji mereka yang sebenarnya saat masuk game keempat. Meski terus-menerus ditekan oleh agresi Bigetron, sang Raja Langit berhasil mencuri momentum emas lewat sebuah setup team fight yang luar biasa di area Lord pada menit ke-14. Dengan memanfaatkan bantuan Lord tersebut, ONIC langsung melakukan tusukan masif ke arah base Bigetron untuk memperpanjang napas mereka di Grand Final sekaligus mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Sayangnya, momentum kebangkitan ONIC tersebut langsung diputus dengan kejam oleh kedisiplinan tingkat tinggi dari anak-anak Robot Merah pada game kelima. Bigetron yang gak mau buang kesempatan emas berkali-kali sukses patahkan pergerakan rotasi dari ONIC dan mengurung mereka di area pertahanan sendiri. Tak lagi mampu menahan gempuran masif dari segala arah menuju base, ONIC akhirnya harus merelakan takhta mereka runtuh dan mengakui keunggulan Bigetron.

Keberhasilan bersejarah ini gak hanya datangkan kebanggaan luar biasa, tetapi juga pundi-pundi hadiah yang sangat fantastis bagi Bigetron. Berdasarkan laporan Liquipedia, mereka berhak membawa pulang porsi terbesar dari total hadiah uang tunai kompetisi musim ini yang mencapai angka Rp 4,8M. Lebih dari itu, baik Bigetron maupun ONIC, kini resmi mengemban tugas negara sebagai dua perwakilan resmi Indonesia di ajang internasional bergengsi, MLBB Mid Season Cup (MSC) 2026.

Leave a Reply

Required fields are marked *