Skena kompetitif Dota 2 tingkat dunia kembali memanas menjelang bergulirnya ajang bergengsi Esports Nations Cup 2026 (ENC 2026). Melalui unggahan resmi terbaru, Kanada akhirnya ikut merilis susunan roster penuh mereka untuk nomor pertandingan Dota 2. Langkah ini langsung memicu gelombang antusiasme tinggi dari para penggemar taktis di seluruh dunia.
Melihat komposisi yang dihadirkan, Kanada tampak tidak main-main dalam membidik takhta juara pada turnamen antarnegara kali ini. Mereka memutuskan untuk memanggil kembali deretan pemain veteran legendaris yang sudah sangat akrab di telinga komunitas global. Kombinasi nama besar ini membuat skuad berlambang daun mapel tersebut langsung diwaspadai sebagai salah satu kandidat terkuat.

Pada barisan lini depan, posisi core utama dipercayakan kepada bintang ikonik dunia, Arteezy. Ketajaman permainannya di lini depan akan disokong penuh oleh pergerakan lincah Bryle yang mengisi posisi midlaner. Kehadiran dua pemain ini dipastikan akan menjadi mesin skor utama yang sangat agresif dalam menggempur pertahanan musuh selama turnamen berlangsung.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas dan kedalaman strategi, posisi offlane hingga support akan dikawal oleh trio veteran berpengalaman. Nama-nama besar seperti MoonMeander, Dubu, dan Fly siap memberikan komando di dalam permainan lewat makro-kontrol yang matang. Pengalaman bertahun-tahun yang mereka miliki menjadi jaminan solidnya pertahanan tim Kanada.

Kekuatan Kanada dalam ajang ENC 2026 kali ini juga terlihat semakin mengerikan berkat amunisi tambahan di bangku cadangan. Tidak tanggung-tanggung, sang juara The International, Aui_2000, bersama figur populer Jenkins, terdaftar sebagai pemain pengganti. Di sisi luar lapangan, taktik mereka akan diramu secara khusus oleh Curtis yang bertindak sebagai pelatih.
Dengan rilisnya susunan bertabur bintang ini, persaingan di babak utama Esports Nations Cup 2026 dipastikan akan berjalan jauh lebih sengit. Kehadiran tim Kanada dengan roster monsternya tentu menjadi tantangan besar yang harus diwaspadai oleh negara pesaing lainnya, termasuk Tim Nasional Indonesia yang juga mengusung misi serupa demi membawa pulang trofi tertinggi.