Selama bertahun-tahun, kombinasi mouse dan keyboard adalah hukum mutlak di Summoner’s Rift. Namun, melansir laporan dari Dot Esports, para pemain baru saja menemukan bahwa League of Legends kini secara resmi mendukung input controller melalui pembaruan sistem input WASD terbaru.
Dukungan controller ini awalnya tidak diumumkan secara besar-besaran oleh Riot Games. Fitur ini terselip di dalam blog pengembang saat merilis mode input WASD untuk mode Ranked. Baru setelah akun populer seperti SkinSpotlights mengungkapnya, komunitas mulai menyadari potensi besar di balik perubahan ini.
Controller Support is in League of Legends, when you have WASD enabled you can use a controller for input.
— SkinSpotlights (@SkinSpotlights) April 17, 2026
First noticed this a month ago when Riot were adding the new input handling but it seems like its actually enabled now. pic.twitter.com/Ymf2rElWux
Bagaimana cara kerjanya? Saat mode input WASD diaktifkan, controller akan langsung terbaca secara otomatis. Tombol bahu (LT/LB/RB/RT) dipetakan untuk skill Q/W/E/R, sementara analog kiri digunakan untuk menggerakkan kursor mouse. Sebuah transisi yang terasa sangat modern untuk gim yang sudah berusia belasan tahun.
Riot Games menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari fitur aksesibilitas. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi pemain dengan keterbatasan mobilitas untuk menikmati gim menggunakan perangkat seperti Xbox Adaptive Controller. Inklusi menjadi landasan utama di balik keputusan teknis ini.
Dukungan native ini mengingatkan kita pada aksi ikonik content creator BoxBox yang pernah bermain menggunakan gamepad dengan sukses besar. Dulu, hal ini membutuhkan perangkat lunak pihak ketiga yang rumit; sekarang, siapa pun bisa mencobanya hanya dengan mencolokkan controller mereka.

Meskipun fitur ini tersedia, bermain MOBA dengan controller tetap menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal akurasi skillshot dan last-hitting. Namun, bagi pemain kasual atau mereka yang lebih nyaman dengan konsol, ini adalah opsi yang memberikan kenyamanan lebih di sofa rumah.
Riot menyatakan bahwa saat ini mereka belum memiliki rencana untuk dukungan controller secara penuh atau luas (seperti penyesuaian UI khusus). Namun, mereka terus memantau permintaan pemain dan bagaimana fitur aksesibilitas ini digunakan dalam skena kompetitif maupun rekreasional.
Kehadiran dukungan controller native ini adalah bukti bahwa League of Legends terus berevolusi mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan pemainnya. Apakah ini awal dari era baru di mana “Analog vs Mouse” akan menjadi perdebatan hangat? Mari kita nantikan perkembangannya di Rift!
Karena WASD, League Sekarang Support Controller?