Pemain bintang yang mengisi posisi sebagai Support di T1, Ryu “Keria” Min-seok, secara terbuka menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk tetap berseragam T1. Setelah mengukir sejarah dengan memenangkan gelar three-peat (tiga kemenangan berturut-turut) di World Championship atau Worlds, Keria menegaskan bahwa identitasnya kini telah menyatu dengan tim berlogo sayap tersebut.
Dalam wawancara eksklusif bersama Sports Seoul di markas T1 di Gangnam, Keria merefleksikan perjalanannya sepanjang musim 2025 yang penuh dinamika. Meski berhasil mempertahankan takhta juara dunia, ia mengaku sempat mengalami penurunan performa individu pada awal musim.
“Saya seharusnya menjadi pilar stabilitas tim, namun ada momen di mana saya merasa gagal memenuhi ekspektasi tersebut,” ujar Keria. “Namun, pengalaman bertahan dalam tekanan hebat selama Worlds membuktikan bahwa kekuatan kami ada pada persatuan. Itu adalah pelajaran paling berharga tahun lalu.”

Menjelang bergulirnya musim 2026, tantangan baru menanti Keria seiring bergabungnya Kim “Peyz” Su-hwan sebagai rekan duet barunya di Bottom Lane. Menanggapi perubahan ini, Keria memberikan apresiasi tinggi kepada mantan rekannya, Gumayusi, sebelum memuji potensi besar yang dibawa Peyz.
“Peyz memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa. Dia menyerap instruksi dengan sangat cepat. Saya yakin kolaborasi ini akan membawa dimensi baru bagi permainan T1,” tambahnya.
Salah satu poin menarik dalam wawancara tersebut adalah keinginan Keria untuk menjadi pemain yang setia pada satu klub (One Club Man). Bergabung sejak akhir 2020, Keria kini juga dianggap sebagai wajah dari T1, tentunya selain Faker.
“Sejak dulu, saya selalu mengagumi pemain yang bertahan di satu klub. T1 adalah organisasi terbaik di dunia, jadi tidak ada alasan bagi saya untuk mencari tim lain. Kepercayaan antara saya dan manajemen sudah sangat solid,” tegasnya.
Selain aspek teknis di dalam game, Keria kini juga fokus pada pengembangan karakter dan kebugaran fisik. Terinspirasi oleh sang kapten, Lee “Faker” Sang-hyeok, Keria mulai mendalami hobi membaca buku untuk menjaga ketenangan mental.
“Faker-hyung adalah teladan. Jika dia banyak membaca untuk menjaga performanya, maka saya wajib mencontoh hal yang sama,” kata Keria sembari tersenyum.
Selain target domestik LCK dan internasional, Keria membidik pencapaian besar lainnya: medali emas kedua di Asian Games. Ia menyatakan bahwa rasa bangga mewakili negara memberikan motivasi tambahan yang berbeda dibandingkan turnamen profesional lainnya.
Meski mewaspadai kekuatan Gen.G yang kian solid di musim 2026, Keria tetap optimis. Baginya, kunci kesuksesan T1 bukan terletak pada memantau pergerakan lawan, melainkan pada konsistensi performa timnya sendiri.
Keria: "T1 Adalah Organisasi Terbaik di Dunia, Jadi Tidak Ada Alasan Bagi Saya untuk Mencari Tim Lain"